
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Ador menyatakan bahwa mereka sedang meninjau catatan internal setelah sebuah outlet media lokal melaporkan bahwa lagu 'ETA' milik NewJeans yang dirilis pada 2023 telah menjadi subjek tuntutan pelanggaran hak cipta di Amerika Serikat. Menurut laporan tersebut, perusahaan penerbit musik Amerika, All Surface Publishing, mengajukan tuntutan pelanggaran hak cipta terhadap NewJeans, 250, Beenzino, Hybe, Ador, BANA, Apple, dan lainnya.
Tuntutan tersebut menyatakan bahwa 'ETA' menjiplak 'Samir's Theme', sebuah lagu yang dirilis pada 2005 oleh produser musik klub Baltimore, DJ Debonair Samir. Keluhan tersebut mengklaim bahwa lagu tersebut secara tidak sah menggunakan elemen-elemen kunci dari karya asli, termasuk melodi tanduk, struktur ritmis 16-not, dan pola drum bass.
'Samir's Theme' tidak terdaftar dalam kredit penulisan atau sampel resmi untuk 'ETA'. Responden terhadap laporan tersebut, Ador menyatakan bahwa trek yang dipertanyakan telah diperoleh melalui BANA selama masa jabatan CEO Min Hee-jin sebelumnya.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka sedang meninjau materi internal untuk menentukan apakah prosedur yang diperlukan, termasuk penilaian kesamaan musik potensial, telah dilakukan dengan benar pada saat itu.
'ETA', yang dirilis sebagai bagian dari EP kedua NewJeans 'Get Up' pada Juli 2023, membantu grup tersebut menjadi grup K-pop perempuan pertama yang debut di No. 1 pada Billboard 200. Lagu tersebut juga memasuki Billboard Hot 100.
Tuntutan tersebut adalah klaim plagiarisme terbaru yang melibatkan musik NewJeans. Lagu-lagu grup tersebut 'Bubble Gum' dan 'How Sweet', yang diproduseri oleh Min, juga telah menghadapi klaim plagiarisme di masa lalu.
Perlu diingat bahwa tuntutan hak cipta dapat berdampak signifikan pada industri musik, terutama jika melibatkan grup-grup K-pop ternama seperti NewJeans. Oleh karena itu, sangat penting bagi para musisi dan produser untuk memahami hak cipta dan menjalankan praktik yang transparan dan etis dalam pembuatan musik mereka.
Analisis lebih lanjut tentang kasus ini dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang kompleksitas hak cipta dalam industri musik kontemporer. Selain itu, kasus ini juga menyoroti pentingnya edukasi dan kesadaran tentang hak cipta di kalangan musisi, produser, dan label rekaman.
Peristiwa ini juga dapat memicu perdebatan tentang etika dalam pembuatan musik dan bagaimana para musisi dapat memastikan bahwa karya mereka asli dan tidak melanggar hak cipta orang lain. Dalam konteks ini, sangat penting bagi para musisi untuk memiliki pengetahuan yang baik tentang hak cipta dan bagaimana cara menghindari plagiarisme dalam karya mereka.
Dengan demikian, tuntutan hak cipta terhadap 'ETA' milik NewJeans ini tidak hanya mempengaruhi grup tersebut tetapi juga memicu diskusi yang lebih luas tentang pentingnya hak cipta dan praktik etis dalam pembuatan musik.
Menjelang masa depan, kasus ini mungkin juga mempengaruhi bagaimana label rekaman dan musisi mengelola hak cipta dan penggunaan sampel dalam lagu-lagu mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi para musisi dan produser untuk mengikuti perkembangan kasus ini dan memahami implikasinya terhadap industri musik.
Ador menyatakan bahwa mereka sedang meninjau catatan internal setelah sebuah outlet media lokal melaporkan bahwa lagu 'ETA' milik NewJeans yang dirilis pada 2023 telah menjadi subjek tuntutan pelanggaran hak cipta di Amerika Serikat. Menurut laporan tersebut, perusahaan penerbit musik Amerika, All Surface Publishing, mengajukan tuntutan pelanggaran hak cipta terhadap NewJeans, 250, Beenzino, Hybe, Ador, BANA, Apple, dan lainnya.