counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Ahyeon BABYMONSTER Menghadapi Pelacuran Sosial di Internet

29 Juni 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Ahyeon BABYMONSTER Menghadapi Pelacuran Sosial di Internet

Ahyeon, anggota grup musik K-Pop BABYMONSTER, baru-baru ini menjadi subjek perdebatan hangat di jejaring sosial karena kostum panggung yang dia kenakan dalam sebuah konser di Seoul.

Kostum tersebut memiliki lekuk-lekuk yang mengekspos bagian dada Ahyeon secara berlebihan, membuat para penggemar merasa tidak nyaman dan mengkritik gaya berbusana tersebut.

Menurut beberapa sumber, Ahyeon sendiri pada saat itu tampaknya menyadari bahwa kostum tersebut terlalu terbuka dan mencoba untuk menutupinya dengan rambutnya.

Fans dari seluruh dunia telah berdatangan mengkritik YG Entertainment untuk melindungi Ahyeon dan anggota BABYMONSTER lainnya dengan lebih baik dan meminta gaya berbusana yang lebih sesuai dengan usianya.

Hal ini ternyata bukanlah kasus isolasi yang pernah dialami oleh grup musik ini, karena YG Entertainment sebelumnya telah dihubungi soal kostum yang terlalu terbuka dipakai oleh salah satu anggotanya, tetapi YG tidak pernah menjawab kritik dari para fans.

Perdebatan ini menyinggung isu sensitif tentang pelacuran sosial di internet. Penggemar-penggemar k-pop sekelas BABYMONSTER dan Ahyeon sering menjadi korban pelacuran sosial yang berbentuk diskusi, komentar, atau bahkan video-video yang tidak pantas yang bertebaran di jagat maya. Bahkan sampai-sampai penggemar-penggemar dari dunia hancur lebur terkena dampak pelacuran sosial yang berbentuk konten-viraltan yang membabi-buta. Para penggemar mengutuk perilaku ini sebagai sesuatu yang tidak pantas, mengolok-olok perilaku-perilaku BABYMONSTER dan Ahyeon sebagai 'pelacur'.

Sangat menyedihkan jika kita lihat, bahkan sampai-sampai mereka menyadari hal tersebut. Kita tidak boleh melecehkan keintiman dan keamanan mereka terhadap tubuh mereka. Ahyeon sendiri yang sudah tua di usia 19 Tahun, dia membutuhkan perhatian, rasa aman, dan dukungan, bukan lecehan dan kekasih jarak dari orang-orang yang tidak mengerti mengenai hak asasi manusia.

Ringkasan

She is facing heavy sexualization on the internet.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru