
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Aktor dan model Kim Jin Kyung telah menghadapi kemarahan penggemar sepak bola atas prestasi suaminya, Kim Seung Gyu, dalam Piala Dunia FIFA 2026. Penggemar sepak bola telah membantai mereka di media sosial, sehingga Kim Jin Kyung terpaksa memasang batasan untuk melindungi keluarganya.
Pada tanggal 19 Juni, Korea Selatan bertanding melawan tuan rumah, Meksiko, untuk pertandingan kedua turnamen, dan mengalami kekalahan dengan skor 0-1. Meksiko hanya mampu mencetak satu gol ketika kiper Kim Seung Gyu gagal untuk mempertahankan bola, memungkinkan pemain Luis Romo untuk mengeksploitasi kesempatan tersebut.
Pertandingan telah menimbulkan kritik yang besar terhadap Kim Seung Gyu selama beberapa hari terakhir. Namun, kecaman itu juga telah merembus ke kehidupan pribadinya, membuat Kim Jin Kyung menerima komentar yang tidak terpuji di media sosial, meskipun ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan prestasi suaminya dalam Piala Dunia.

Kekecewaan yang semakin memburuk telah membikin aktor wanita ini terpaksa memasang batasan di media sosialnya dan membatasi komentar pengguna YouTube-nya kepada saja pengikut yang aktif.
Kim Jin Kyung dan Kim Seung Gyu menikah pada tahun 2024 dan baru saja menyambut kelahiran anak perempuan pertama mereka, sementara Kim Seung Gyu sedang sibuk dengan pertandingan Piala Dunia bersama tim nasional. Menurut berita, ia bahkan melewatkan kelahiran anak perempuan pertamanya dan hanya bertemu dengan anak perempuan itu melalui foto-foto dan panggilan video.
Riset lebih lanjut menunjukkan bahwa serangan terhadap Kim Jin Kyung dan anak perempuannya bukan merupakan hal yang biasa terjadi. Faktor-faktor seperti tekanan masyarakat dan kurangnya etika dari penggemar sepak bola dapat menyebabkan situasi seperti ini.
Dalam perspektif yang lebih luas, isu ini juga mencakup bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk mengancam dan melukai orang-orang, bahkan ketika mereka tidak melibatkan diri dalam kontroversi apa pun. Kita harus sadar bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan meningkatkan kesadaran dan edukasi mengenai imbalan yang sebenarnya dari berpartisipasi di media sosial.
Kami percaya bahwa dengan adanya kesadaran dan usaha bersama, kita dapat menciptakan dunia yang lebih aman dan peduli di mana setiap orang merasa nyaman untuk berbagi pikiran dan pendapatnya tanpa takut ditindak. Oleh karena itu, kita harus terus mengedepankan pentingnya keamanan digital dan membangun kebiasaan yang sehat ketika menggunakan media sosial.
Dia harus memasang batasan demi melindungi keluarganya.