
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Tau gak sih? Dulu, Alejandra Gala gak kepikiran sama sekali buat jadi musisi. Dia itu mantan atlet renang indah yang pernah membela Uruguay di Olimpiade! Keren kan? Tapi, hidup emang penuh kejutan. Setelah sempat jadi pemain akrobat di sirkus, Alejandra akhirnya nemuin passion-nya di dunia musik. Awalnya main gitar, terus beralih ke trumpet. Dari situ, dia sadar bisa ekspresiin diri lewat musik yang indah banget.
Jiwa petualang Alejandra gak pernah berhenti nyari jati diri. Dia terus eksplorasi musik dari jazz, elektronik, sampai musik tradisional Uruguay. Semua itu nyatu jadi satu kesatuan yang unik banget!
Sekarang, Alejandra lagi nyoba bangun koneksi antara Uruguay dan dunia musik internasional di Boston. Dia jago main trumpet, gitar, dan juga bikin lagu sendiri. Keren banget!
Alejandra tumbuh di Montevideo, kota tepi laut yang ngegabungin kreativitas dan disiplin. Petualangan musiknya dimulai pas dia tinggal di Havana selama beberapa bulan. Di sana, dia mulai belajar musik secara formal dan mutusin buat ngejadiin musik sebagai jalan hidupnya. Setelah itu, dia pindah ke Buenos Aires dan sering bolak-balik ke Brazil dan Amerika Serikat buat nyari inspirasi musik.
Salah satu pengalaman paling berharga buat Alejandra adalah pas dia kuliah di Berklee College of Music. Dia jadi orang Uruguay pertama yang diterima di Global Jazz Institute! Di sana, dia belajar dari musisi-musisi top kayak John Patitucci, Danilo Pérez, dan Nicholas Payton. Di Berklee juga, dia ketemu lagi sama pianis Kris Davis (yang pertama kali dia temuin di Buenos Aires Jazz Festival tahun 2019) dan gabung sama Institute of Jazz and Gender Justice. Di situ, dia makin peduli sama isu-isu tentang tradisi, identitas, dan gender di dunia musik.
Salah satu momen penting dalam karier Alejandra adalah pas dia kerja bareng Mestizas, grup musik internasional yang dibentuk di Berklee tahun 2019. Di grup ini, Alejandra jadi komposer, arranger, pemain, dan produser. Sekarang, Mestizas udah jadi kuartet yang terdiri dari saudara kembarnya Alejandra, Patricia Ligia (bass), pianis Kuba, Estefanía Núñez Villamandos, dan pemain flute Spanyol, Paloma Cosano. Mereka ngegabungin musik flamenco, Latin jazz, candombe, dan lagu-lagu orisinal.
Proyek solo Alejandra, GALA, juga makin berkembang. Dia punya dua pertunjukan baru, yaitu No-Plan, konser yang ngajak penonton buat refleksi diri lewat improvisasi, dan Candombe Meets Bostonia, gabungan lagu-lagu candombe tradisional dengan jazz. Di konser ini, dia juga nampilin Noah Preminger (tenor sax) dan John Lockwood (bass).
Oh iya, Alejandra juga lagi nyiapin album debutnya yang berjudul Bajó del árbol un tambor. Album ini rencananya rilis musim panas 2026 bareng La Reserve Records. Proyek ini adalah bagian dari tesisnya di Berklee’s Global Jazz Institute yang berjudul “Tradition and Gender: A Story About Symbols, Women, and Rhythm.”
Kenalan sama Alejandra Gala, mantan atlet renang Uruguay yang sukses jadi musisi jazz pertama dari negaranya yang diterima di Global Jazz Institute! Gokil abis!