counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Aminé Curhat Soal Iman, Keluarga, dan Balikkin Sound-nya yang Dulu

20 Oktober 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Aminé Curhat Soal Iman, Keluarga, dan Balikkin Sound-nya yang Dulu

Aminé, rapper keren asal Portland, lagi cerita-cerita nih soal album barunya, '13 Months of Sunshine'. Album ini tuh bener-bener personal buat dia, karena terinspirasi dari akar Ethiopia dan Eritrea yang ada di dirinya. Jadi, jangan kaget kalo lo dengerin musiknya beda dari yang biasanya. Aminé pengen nunjukkin identitasnya yang sebenernya, bro!

Di suatu pagi yang cerah di Hollywood, Aminé lagi ngumpul sama timnya buat nyusun setlist. Di dinding rumahnya yang penuh warna, ada foto nyokapnya yang jadi inspirasi utama. Foto itu diambil waktu dia lagi di rumah kakek-neneknya di Ethiopia. Simpel, tapi ngena banget!

Album '13 Months of Sunshine' ini kayak cerminan dari perjalanan hidup Aminé sebagai anak imigran. Musiknya asik, liriknya dalem, dan yang pasti bikin lo mikir soal identitas dan dari mana lo berasal. Album ini dirilis pas lagi banyak konflik di Ethiopia dan Eritrea, tempat asal keluarga Aminé. Dia sempet khawatir, "Ini waktu yang tepat gak ya buat ngerilis album ini?" Tapi, dia tetep maju terus!

Buat Aminé, konflik ini justru bikin dia makin ngerti sama orang tuanya. Dia jadi sadar kenapa bokapnya gak pernah ngajarin dia buat bangga sama satu etnis aja. Album ini lebih ke rasa ingin tahu dan pencarian jati diri. Aminé juga excited banget buat tur-nya nanti, karena dia pengen belajar lebih banyak soal tempat-tempat yang udah ngebentuk keluarganya. Dan yang pasti, dia selalu ngerasa kayak di rumah sendiri setiap kali manggung, karena banyak fans Ethiopia dan Eritrea yang dateng buat support dia. Keren!

Sembilan tahun setelah hits 'Caroline' booming, Aminé yang sekarang udah 30-an makin mateng sebagai musisi dan juga anak. Bokapnya juga punya peran penting di album ini, dengan jadi pengisi suara di beberapa interlude. Nyokapnya juga gak kalah penting, karena udah ngenalin dia ke berbagai jenis musik dari kecil. Mulai dari Michael Jackson sampe Keith Urban, semua didengerin! Aminé bilang, nyokapnya selalu tau musik apa yang cocok buat dia.

Lucunya, Aminé baru suka sama musik-musik non-hip-hop yang dikenalin nyokapnya setelah naksir cewek di SMP yang suka lagu 'Here (In Your Arms)' dari hellogoodbye. Lagu itu sampe dia jadiin sampel di lagu 'Cool About It'! Lagu ini asik banget buat sing along bareng temen-temen di party. Selain itu, ada juga lagu-lagu kayak 'Arc de Triomphe' dan 'Vacay' yang nuansanya U.K. garage dan house banget.

Walaupun '13 Months of Sunshine' ini lebih banyak sentuhan musik dance, tapi tetep kedengeran kayak musim panas. Aminé juga nunjukkin kepercayaan diri dan keberanian buat keluar dari zona nyaman sebagai rapper. Dia bilang, "Gue tau gue punya banyak lagu rap yang keren, tapi gak gue masukin ke album ini. Gue pengen commit aja sama apa yang gue pengen buat - gak peduli itu rock and roll atau apapun."

Banyak yang bilang sound baru Aminé ini gara-gara kolaborasinya sama Kaytranada. Padahal, album '13 Months of Sunshine' ini udah digarap jauh sebelum itu. Inspirasinya justru dateng dari musik Habesha yang dia dengerin di gereja waktu kecil. Musik itu punya tempo musik dance yang beda dari yang lain.

Di gereja Ortodoks Ethiopia dan Eritrea, ada alat musik namanya kebero, yaitu drum dua sisi yang jadi pusat musik liturgi. Ritmenya kayak 'swing' yang sering dipake Kaytranada di studio. Aminé bilang, ritme kebero itu udah ngebentuk dia dari kecil.

Di album '13 Months of Sunshine' gak ada sample chant liturgi, tapi musik ibadah Ortodoks ngebentuk pendekatannya dalam bikin album yang seimbang antara introspeksi, produksi yang ceria, dan visual yang evocative. Aminé pengen nunjukkin dekorasi rumah yang biasa dia liat waktu kecil. Di cover albumnya, ada meskel (salib), medosha (pengusir lalat), dan poster slogan pariwisata Ethiopia lama yang jadi nama albumnya.

Setiap tahun, setelah 12 bulan yang 30 hari, ada 5 atau 6 hari Pagume, yang dianggap sebagai waktu buat maafan dan dapet berkat. Aminé ngerasa album ini kayak kelahiran kembali dan waktu buat berkembang. Dia pengen punya 13 bulan daripada 12 bulan di momen ini. Jam di belakangnya juga nunjukkin itu, dengan satu angka 13 yang paling nonjol.

'13 Months' ini album Aminé yang paling mateng secara lirik. Di lagu 'New Flower!', ada rekaman bokapnya yang cerita soal masa kecilnya di Ethiopia. Bokapnya cerita soal kakeknya yang maksa dia buat nanam dan ngerawat tanaman. Pesan itu jelas, yaitu pentingnya kerja keras dan ngerawat hal-hal yang lo sayangin.

Di verse berikutnya, Aminé ngerap soal tekanan buat sukses di industri musik. Dia bilang dia depresi kalo orang gak suka sama dia, karena itu ngaruh ke penghasilannya. Dia pengen jadi satu-satunya yang nanggung stres, biar orang tuanya gak terlilit utang. Di lagu 'Doing The Best I Can', bokapnya juga bilang dia harus ngelakuin sesuatu buat keluarganya dan dia udah berusaha semaksimal mungkin.

Title track '13MOS' juga nunjukkin tema yang sama. Setelah lagu 'Raspberry Kisses' yang asik, '13MOS' dibuka dengan chorus yang ceria. Aminé nyanyiin nama albumnya di antara stylisasi melodi ululasi Afrika Timur, lalu masuk ke verse yang nyebutin nama-nama dan budaya Ethiopia. Di bagian akhir lagu, ada rekaman bokapnya yang cerita soal susahnya adaptasi sama bahasa dan budaya baru. Tapi, album '13 Months' ini gak cuma nampilin bokapnya sebagai ide, tapi juga sebagai manusia.

Rekaman itu diambil dari obrolan mereka waktu liburan ke pantai Oregon. Aminé bilang dia sering rekam kakek-nenek atau orang tuanya karena dia pengen dengerin voice note itu pas dia udah tua nanti. Temennya, MadisonLST, yang nyadarin ada paralel antara rekaman itu sama liriknya. Pesan-pesan itu bikin vokal di '13 Months of Sunshine' jadi lebih intim.

Perasaan yang sama juga kerasa di visual '13 Months', yang beberapa diambil di Ethiopia. Kalo interlude albumnya nyampein pesan dari bokap dan kakeknya, maka performance Aminé di skate park Addis Ababa nangkep semangat generasi muda. Visualizer roadtrip yang difilmkan di seluruh kota bikin gue pengen langsung beli tiket pesawat! Aminé selalu ngeliat Addis Ababa dari sudut pandang keluarganya, terutama kakek-neneknya. Dia bilang setiap kali dia balik ke sana, dia gak ngomongin soal dirinya sendiri, tapi lebih ke drama di lingkungan sekitar, kehidupan mereka, dan catching up sama mereka. Dia pengen nyerap sebanyak mungkin cerita dan kehidupan mereka.

Waktu gue ketemu Aminé di Los Angeles, dia lagi nyiapin The Best Day Ever Festival yang kedua di Portland. Tapi, beberapa bulan setelah perjalanannya ke Addis Ababa, kota itu masih ada di pikirannya. Dia ketawa dengerin tebakan fans yang ngira dia bakal ngerilis album yang penuh sama sample Ethio-jazz. Dia bilang kunjungannya kali ini ngerubah cara pandangnya soal Addis sebagai kota. Dia ngerasa kayak lagi di rumah sendiri. Keren abis!

Ringkasan

Dengan album '13 Months of Sunshine', rapper kelahiran Portland yang terkenal dengan lagu-lagu party yang ceria ini dapat inspirasi dari warisan Ethiopia dan Eritrea-nya. Gokil!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru