
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Joshua, anggota grup K-pop Seventeen, baru-baru ini kembali ke markas UNESCO di Paris untuk menyampaikan pidato yang menegaskan komitmennya untuk mendukung pemuda melalui kreativitas, kolaborasi, dan kesejahteraan. Dalam acara peringatan 'UNESCO x Seventeen: Merayakan Pemuda, Kreativitas, dan Kesejahteraan Bersama', Joshua membagikan pengalaman grupnya sejak menjadi Duta Besar Kebajikan Pemuda UNESCO pertama pada tahun 2024 dan menyoroti dampak dari Skema Hibah Pemuda Global.
Dalam pidatonya, Joshua menekankan pentingnya memberdayakan pemuda untuk memimpin perubahan. Ia juga menyampaikan bahwa Skema Hibah Pemuda Global, yang diluncurkan melalui donasi $1 juta dari Seventeen, telah mendukung proyek-proyek yang dipimpin oleh pemuda yang fokus pada musik, seni, olahraga, kesehatan mental, dan pengembangan masyarakat.
Joshua menyoroti bahwa pemuda yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut telah menunjukkan kemampuan untuk mengarahkan perubahan dalam komunitas mereka sendiri. Ia juga menekankan bahwa tidak ada proyek yang dilakukan oleh satu orang saja, melainkan mereka bekerja sama dan bergabung untuk mencapai tujuan.
Dalam konteks ini, peran Seventeen sebagai Duta Besar Kebajikan Pemuda UNESCO sangat penting. Grup ini telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya sekadar artis, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan sosial. Dengan komitmennya untuk mendukung pemuda, Seventeen telah menunjukkan bahwa mereka peduli dengan isu-isu sosial dan ingin berkontribusi pada pembangunan masyarakat.
Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa UNESCO dan Seventeen memiliki visi yang sama dalam mendukung pemuda dan mempromosikan kreativitas, kolaborasi, dan kesejahteraan. Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pemuda untuk terlibat dalam proyek-proyek yang positif dan berdampak pada masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Seventeen telah menunjukkan kemampuan mereka sebagai artis yang tidak hanya memiliki bakat, tetapi juga memiliki komitmen sosial. Mereka telah terlibat dalam berbagai kegiatan amal dan telah mendukung berbagai organisasi yang fokus pada isu-isu sosial. Dengan demikian, peran mereka sebagai Duta Besar Kebajikan Pemuda UNESCO sangat tepat dan diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak artis untuk terlibat dalam kegiatan sosial.
Menurut Joshua, pengalaman Seventeen sebagai grup yang telah berkembang selama lebih dari satu dekade telah mengajarkan mereka bahwa pertumbuhan tidak pernah dicapai sendirian. Mereka telah belajar bahwa pertumbuhan hanya dapat dicapai melalui kepercayaan dan keyakinan bahwa mereka lebih kuat bersama. Dengan demikian, mereka berharap dapat membantu pemuda lain untuk mencapai impian mereka dan membuat perubahan positif dalam masyarakat.
Acara peringatan 'UNESCO x Seventeen: Merayakan Pemuda, Kreativitas, dan Kesejahteraan Bersama' juga dihadiri oleh Deputi Direktur Jenderal UNESCO, Asa Charlotte Regner, perwakilan pemuda, dan peserta proyek dari seluruh dunia. Dengan demikian, acara ini telah menunjukkan bahwa kerja sama antara organisasi internasional seperti UNESCO dan artis seperti Seventeen dapat memiliki dampak yang signifikan dalam mendukung pemuda dan mempromosikan kreativitas, kolaborasi, dan kesejahteraan.
Dalam konteks yang lebih luas, peristiwa ini juga menunjukkan bahwa peran artis dalam mendukung isu-isu sosial sangat penting. Dengan menggunakan platform mereka, artis dapat meningkatkan kesadaran tentang isu-isu sosial dan menginspirasi orang lain untuk terlibat dalam kegiatan yang positif. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta sebuah masyarakat yang lebih peduli dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Seventeen pertama kali bekerja sama dengan UNESCO pada November 2023, ketika mereka menjadi grup K-pop pertama yang mengadakan sesi khusus dalam Forum Pemuda UNESCO. Pada Juni 2024, mereka diangkat sebagai Duta Besar Kebajikan Pemuda UNESCO pertama. Dengan komitmennya untuk mendukung pemuda, Seventeen telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sekadar artis, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan sosial.
Dalam penutup pidatonya, Joshua berjanji bahwa Seventeen akan terus mendukung pemuda melalui peran mereka sebagai Duta Besar Kebajikan Pemuda UNESCO. Ia menyatakan bahwa mereka akan terus menyanyikan, berbisik, dan sometimes berteriak untuk mengingatkan bahwa impian pemuda sangat penting. Dengan demikian, diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pemuda untuk terlibat dalam kegiatan yang positif dan membuat perubahan dalam masyarakat.
Anggota Seventeen, Joshua, kembali ke markas UNESCO di Paris dan menyampaikan pidato yang menegaskan komitmennya untuk mendukung pemuda melalui kreativitas, kolaborasi, dan kesejahteraan.