counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Anggota SEVENTEEN Mengungkap Metode Latihan yang Ekstrem, Memicu Kekesalan Fans

03 Agustus 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Anggota SEVENTEEN Mengungkap Metode Latihan yang Ekstrem, Memicu Kekesalan Fans

Baru-baru ini, klip video Jeonghan dari SEVENTEEN pada sebuah acara Jepang mendapat perhatian besar. Fans terkejut setelah mendengar cerita tentang hari-hari pelatihannya. Jeonghan membagikan pengalaman masa lalunya sebagai trainee, termasuk latihan pernapasan yang ekstrem dan cara berpikirnya untuk menghadapi situasi sulit. Dalam cerita tersebut, dia mengungkapkan bahwa dia harus berlatih pernapasan dengan cara berbaring telentang dan menahan napas sementara pelatih vokal berdiri di atas perutnya untuk mencegah napasnya keluar. Ini menunjukkan betapa kerasnya proses pelatihan yang harus dihadapi para trainee.

Jeonghan juga mengungkapkan bahwa dia sering memilih jalan yang lebih panjang untuk menuju ke ruang latihan. Dengan cara ini, dia bisa menghindari kesibukan dan memiliki waktu sendiri. Ini adalah salah satu strategi yang dia gunakan untuk mengatasi stres dan tekanan yang tinggi selama masa pelatihannya. Banyak fans yang merasa terkejut dan simpati setelah mendengar cerita tersebut, dan beberapa bahkan menyatakan kekecewaan mereka terhadap perusahaan yang dianggap terlalu keras dan tidak memperhatikan kesejahteraan para anggotanya.

Cerita Jeonghan memicu kemarahan fans karena mereka merasa bahwa perusahaan harus bertanggung jawab atas perlakuan yang tidak pantas terhadap anggota grup K-pop. Banyak fans yang mengungkapkan kekecewaan mereka melalui media sosial, menuntut perubahan dalam sistem pelatihan dan perlakuan terhadap para trainee. Beberapa fans menyebutkan bahwa perusahaan harus memperhatikan keseimbangan antara pelatihan yang ketat dan kesejahteraan para trainee. Menurut mereka, sistem pelatihan yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan stres dan tekanan yang berlebihan bagi para trainee, sehingga berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik mereka.

Perdebatan ini tidak hanya terjadi di Korea Selatan, tetapi juga meluas ke negara-negara lain yang memiliki penggemar K-pop. Banyak fans dari berbagai belahan dunia yang terlibat dalam diskusi dan debat mengenai etika pelatihan K-pop dan bagaimana perusahaan harus memperlakukan para trainee. Ini menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya menjadi perhatian lokal, melainkan juga menjadi perhatian global. Fans berharap bahwa perusahaan akan mempertimbangkan pendapat mereka dan melakukan perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan para trainee.

Dalam konteks industri hiburan, kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang standar etika dalam pelatihan dan pengembangan bakat. Banyak yang bertanya-tanya apakah metode pelatihan yang ekstrem dan menuntut seperti itu benar-benar diperlukan untuk menciptakan grup K-pop yang sukses. Beberapa orang berpendapat bahwa metode ini memang efektif dalam menciptakan grup yang solid dan terampil, tetapi yang lain khawatir tentang dampak negatifnya pada kesehatan mental dan fisik para trainee.

Di sisi lain, perusahaan perlu mempertimbangkan pendapat fans dan para ahli dalam industri ini. Mereka perlu menciptakan lingkungan pelatihan yang seimbang, yaitu antara pelatihan yang ketat dan kesejahteraan para trainee. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan telah mulai mengadopsi pendekatan yang lebih manusiawi dalam pelatihan, dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara kerja keras dan kesejahteraan. Ini adalah langkah positif menuju perubahan yang lebih baik dalam industri K-pop.

Jeonghan dari SEVENTEEN telah menjadi contoh nyata tentang bagaimana para trainee K-pop menghadapi tekanan yang luar biasa selama masa pelatihan mereka. Ceritanya telah memicu diskusi yang luas tentang standar etika dalam industri hiburan dan perlunya perubahan dalam cara perusahaan memperlakukan para trainee. Dengan adanya kasus ini, diharapkan perusahaan dapat mempertimbangkan kesejahteraan para trainee dan mengadopsi pendekatan yang lebih manusiawi dalam pelatihan, sehingga para trainee dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang seimbang dan sehat.

Ringkasan

Fans kecewa dengan perusahaan yang membuat anggota grup K-pop mengalami 'neraka' selama masa trainee

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru