counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Ariana Grande Mengajukan Gugatan terhadap Peretas atas Pencurian Musik, Foto, dan Video yang Belum Dirilis

28 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Ariana Grande Mengajukan Gugatan terhadap Peretas atas Pencurian Musik, Foto, dan Video yang Belum Dirilis

Ariana Grande, seorang penyanyi dan artis Grammy, telah mengajukan gugatan terhadap peretas yang mencuri musik, foto, dan video yang belum dirilis. Menurut laporan, Grande mengajukan gugatan di pengadilan Los Angeles dan menyatakan bahwa peretas tersebut mencuri materi yang merupakan bagian dari proses kreatif pribadi dan profesionalnya, yang tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi publik.

Grande menuduh peretas tersebut melanggar privasinya, melanggar hukum peretasan komputer California, dan melakukan konversi. Pengacaranya menyatakan bahwa invasi privasi dan gangguan karir Grande telah menyebabkan kerugian yang substansial dan tidak dapat diperbaiki. Grande juga menuduh peretas tersebut mencuri musik, foto, dan video yang belum dirilis, yang kemudian dijual di internet gelap dengan harga yang besar.

Peretas tersebut didaftar sebagai 'John Doe', tetapi Grande kemungkinan akan mencari persetujuan pengadilan untuk mengeluarkan surat panggilan untuk mengungkap identitas peretas yang diduga melakukan serangan tersebut melalui penyedia layanan internet dan platform online. Pengacara Grande menyatakan bahwa Grande memulai tindakan ini untuk mengungkap identitas individu yang tidak dikenal dan tidak berprinsip tersebut, guna mempertanggungjawabkan tindakan yang invasif dan tidak terpuji.

Gugatan tersebut menyatakan bahwa kebocoran musik Grande telah terjadi selama beberapa tahun, dan bahwa Grande telah menjadi korban 'ratusan' kebocoran sejak 2011. Gugatan tersebut juga menyatakan bahwa pada 2019, sejumlah besar materi yang masih dalam proses produksi, termasuk master dan demo yang belum dirilis, serta footage, telah dicuri. Pada 2023 saja, 45 lagu Grande telah diretas.

Grande juga menuduh peretas tersebut mencuri foto yang belum dirilis dalam serangan phishing pada 2024. Pengacaranya menyatakan bahwa Grande ingin memastikan bahwa tindakan tersebut tidak akan terjadi lagi, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Grande berharap bahwa gugatan ini dapat mencegah peretas lain melakukan tindakan serupa di masa depan.

Dalam sebuah wawancara pada Februari 2024, Grande membahas tentang lagu 'Fantanize' yang bocor dan mengirimkan pesan kepada pelaku kebocoran tersebut. Grande menyatakan bahwa 'beberapa sesi rekaman yang saya lakukan - yang semua ada di TikTok, terima kasih banyak. Saya akan melihat Anda di penjara, secara harfiah.' Grande juga menyatakan bahwa lagu tersebut awalnya ditulis untuk sebuah acara TV, bukan untuk dirinya sendiri.

Grande berharap bahwa gugatan ini dapat membantu mencegah kebocoran musik dan materi lainnya di masa depan. Dengan mengajukan gugatan, Grande ingin mempertanggungjawabkan peretas yang telah mencuri musik dan materi lainnya, serta mencegah hal serupa terjadi lagi di masa depan. Grande juga berharap bahwa gugatan ini dapat membantu melindungi hak cipta dan privasi artis lainnya.

Gugatan Grande ini merupakan contoh dari upaya artis untuk melindungi hak cipta dan privasi mereka di era digital. Dengan kemajuan teknologi, kebocoran musik dan materi lainnya menjadi semakin mudah. Namun, Grande telah menunjukkan bahwa artis tidak akan diam saja dan akan mengambil tindakan untuk melindungi hak mereka. Gugatan ini juga menunjukkan bahwa peretasan dan kebocoran musik dapat memiliki konsekuensi yang serius, baik bagi artis maupun bagi peretas itu sendiri.

Grande berharap bahwa gugatan ini dapat menjadi contoh bagi artis lainnya untuk melindungi hak cipta dan privasi mereka. Dengan mengajukan gugatan, Grande ingin mempertanggungjawabkan peretas yang telah mencuri musik dan materi lainnya, serta mencegah hal serupa terjadi lagi di masa depan. Grande juga berharap bahwa gugatan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi hak cipta dan privasi di era digital.

Ringkasan

Gugatan menyatakan bahwa 45 lagu yang belum dirilis dilaporkan bocor di internet pada tahun 2023 saja

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru