
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Federasi Musisi Korea Selatan (FKMS) ngelaporin lonjakan drastis pendapatan royalti internasional. Ini ngebuktiin popularitas K-Pop yang makin mendunia, bukan cuma buat agensi dan idol, tapi juga buat para musisi di balik layar.
Menurut data per 4 Desember, pendapatan hak terkait dari luar negeri mencapai 1,34 miliar won (sekitar Rp15,8 miliar), naik 193% dari tahun lalu yang cuma 460 juta won.
Hak terkait ini mirip sama hak cipta, tapi buat pertunjukan dan rekaman. Jadi, melindungi karya musisi selain komposer.
Lonjakan ini terjadi gara-gara perjanjian sama SoundExchange, organisasi yang ngurus royalti digital di Amerika Serikat. Hasilnya, sekitar 900 juta won royalti tambahan berhasil dikumpulin dan dikasih ke musisi Korea.
FKMS dan SoundExchange udah kerja sama buat bikin sistem yang seragam, biar data penggunaan musik dan laporan digital bisa dicocokkin lintas negara. Sekarang, royalti dari radio satelit, webcasting, dan layanan audio digital di AS bisa ditransfer ke Korea dan langsung didistribusiin ke musisi yang berhak.
Federasi Musisi Korea Selatan (FKMS) baru aja ngelaporin lonjakan drastis pendapatan royalti internasional! Ini ngebuktiin popularitas K-Pop yang makin menggila di seluruh dunia, bukan cuma buat agensi dan idol, tapi juga buat para musisi di balik layar. Data per 4 Desember nunjukkin kalau pendapatan hak terkait dari luar negeri mencapai 1,34 miliar won (sekitar Rp15,8 miliar), naik 193% dari tahun lalu!