
Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Siap Dirawat: Fakta dan Analisis Penyakitnya
Kabar terbaru mengenai kesehatan Sanghyeon, anggota grup musik ALPHA DRIVE ONE, yang direncanakan...
VIVA – ITB emang nggak pernah berhenti bikin bangga! Kali ini, ada Aruma, mahasiswi dari Program Studi Desain Produk FSRD ITB, yang berhasil jadi lulusan terbaik! Gokilnya, dia bikin tugas akhir yang nyatuin seni, desain, dan musik jadi satu kesatuan yang keren banget. Momen kelulusan ini bener-bener bikin Aruma terharu dan bahagia, karena ini impiannya dari dulu.
Kata Aruma, "Rasanya lega dan senang banget! Ini momen yang aku tunggu-tunggu seumur hidup, dan bisa lulus dengan nilai terbaik. Hehe."
Tapi, prestasi Aruma bukan cuma soal nilai doang. Dosen dan temen-temennya mengakui kalo dia selalu totalitas dalam setiap tugas dan proyek. Dia dikenal sebagai sosok yang konsisten bikin karya dengan kualitas yang paling oke.
"Teman-teman dan dosenku selalu percaya kalau aku punya dedikasi besar dalam tugas-tugasku, karena aku selalu berusaha bikin tugas yang terbaik," tambah Aruma.
Di tugas akhirnya yang bikin dia jadi lulusan terbaik, Aruma ngerancang sebuah alat musik, yaitu gitar, dengan desain yang unik dan ramah lingkungan. Dia milih rotan karuun sebagai bahan utamanya. Rotan olahan khas Indonesia ini terkenal kuat, ringan, dan punya potensi besar buat dikembangin di industri kreatif.
Lewat karyanya ini, Aruma nggak cuma ngenalin gitar dengan desain yang inovatif, tapi juga nunjukkin kalo material lokal kayak rotan karuun bisa bersaing di kancah global. Gitar bikinannya nggak cuma estetik, tapi juga nunjukkin filosofi desain berkelanjutan yang ngehargain kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Fokus utama dari proyek ini adalah buat ngeksplor perbedaan karakter akustik antara dua desain gitar yang pakai material yang sama, tapi konstruksinya beda. Buat ngetes kualitas suaranya, Aruma pakai metode psikoakustik. Dia ngumpulin persepsi dari para musisi dan sound engineer tentang kualitas suara gitar, terus divalidasi secara teknis lewat pengukuran di Laboratorium Akustik ITB. Proses ini dibimbing sama Anugerah Sabdono, dosen dari Fakultas Teknologi Industri ITB.
Proyek ambisius ini juga ngelibatin berbagai pihak, termasuk dosen pembimbing Dr. Dwinita Larasati, M.A. dan Slamet Riyadi, M.Ds., Ph.D., serta kolaborasi sama pengrajin gitar profesional. Pengerjaan body gitar dipercayain ke Krisandi, sementara bagian neck, headstock, dan bridge dikerjain sama Rikun, seorang ahli gitar yang udah berpengalaman banget.
Mahasiswi ITB, Aruma, pecah banget! Dia bikin gitar dari rotan karuun yang inovatif dan berhasil jadi lulusan terbaik. Gabungin seni, desain, dan musik dengan cara yang sustainable abis!