counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Bos Transporter Mengungkap Kesahihan dan Tantangan Menggunakan B50

09 Agustus 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Bos Transporter Mengungkap Kesahihan dan Tantangan Menggunakan B50

Biodiesel B50 telah berjalan selama satu bulan, dan salah satu pengusaha transporter mengaku tidak menemukan masalah pada kualitas bahan bakar. Namun, mereka mengutarakan bahwa distribusi bahan bakar masih perlu ditingkatkan agar lebih merata. Ini dapat mengakibatkan antrean panjang saat pembelian, sehingga mengakibatkan peningkatan lead time.

Menurut Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Ronny Senjaya, lebih dari 2 ribu armada digunakan untuk menenggak B50. Tidak ada masalah teknis ditemukan. Meskipun demikian, Ronny menyoroti distribusi BBM yang belum merata, sehingga memicu antrean panjang saat pengisian bahan bakar.

Antrean 30-60 menit di beberapa titik dapat menambah lead time secara akumulatif. Keterlambatan pengiriman berisiko memicu denda dari konsumen yang menerapkan aturan waktu ketat. Perusahaan mendukung program B50 sebagai langkah pemerintah menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

"Dari kami harapkan dari perusahaan transport, lebih ke pemerataan atau ketersediaan BBM, dan juga kualitas yang stabil dari sisi BBM tersebut," kata Ronny. "Terutama dari sisi ketersediaan, karena kami sebagai perusahaan transport di perusahaan sangat mengandalkan BBM, 30 sampai 40 persen cost kami itu di BBM, jadi cukup signifikan," ungkap dia.

"BBM itu apabila ketersediaan yang tidak merata, itu akan mengakibatkan antrean pada saat pembelian. Setiap kali mengantre itu akan menambah waktu lead time kami." "Ada beberapa konsumen menentukan lead time sangat ketat, jadi misalnya mereka sudah tentukan 8 jam. Apabila kita harus mengantre di suatu tempat setengah jam, atau 1 jam. Satu kali atau dua kali, itu kan bisa menambah satu jam atau dua jam dari sisi lead time kami," ucap Ronny.

"Ada beberapa yang menerapkan denda ke kami. Tapi yang lebih penting adalah ketika lead time itu terpakai untuk mengantre. Secara emosional driver itu akan mengejar ketinggalan waktu tersebut. Nah, itu berkaitan dengan keselamatan dan safety dari driver tersebut," papar dia.

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melalui Mitsubishi Fuso juga mengonfirmasi komitmen dan partisipasi aktifnya dalam mendukung program bahan bakar B50 yang dicanangkan pemerintah. Kesiapan tersebut ditunjukkan lewat keterlibatan lini produk andalannya, Canter dan Fighter X, sejak tahap awal pengujian.

Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, menjelaskan bahwa salah satu varian populernya, Mitsubishi Fuso Canter, telah dilibatkan langsung dalam uji jalan (road test) B50 sejauh 40.000 kilometer. "Kami di industri otomotif berkomitmen penuh mendukung program pemerintah. Salah satu varian kami, Mitsubishi Fuso Canter, terlibat langsung dalam uji jalan B50 sejauh 40.000 kilometer dan hasilnya berjalan lancar tanpa dampak negatif signifikan pada kendaraan," ujar Aji Jaya.

Koordinator Pokja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo menuturkan bahwa proses pengujian teknis serta kesiapan infrastruktur pengujian B50 untuk kendaraan komersial telah melewati serangkaian uji coba cukup panjang. B50 tidak serta merta didistribusikan sebelum bahan bakar terbarukan ini benar-benar cocok untuk kendaraan masa kini.

"Kita tahu biodiesel ini diproduksi di dalam negeri, pabriknya di dalam negeri, tenaga di dalam negeri, distribusinya juga ada di dalam negeri. Itulah kelebihan dari penggunaan B50," kata Cahyo.

Artikel ini merupakan informasi umum dan tidak memiliki sumber langsung dari video tersebut

Ringkasan

Bos Transporter Membocorkan Kondisi Menggunakan B50: Masalah yang Tidak Ada, Cuma... - Detikoto

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru