
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Setelah sukses besar dengan album By the Way, I Forgive You di tahun 2018, Brandi Carlile jadi makin sibuk nih! Ada yang kenal dia sebagai Brandi si Underdog, penyanyi yang akhirnya ngetop setelah berjuang keras selama 10 tahun. Ada juga yang lihat dia sebagai Brandi si Penolong, yang bantu bangkitin lagi nama-nama legenda kayak Elton John, Tanya Tucker, dan Joni Mitchell. Gak cuma itu, Brandi juga jadi penulis buku laris di tahun 2021, dan kolaborator bareng grup Highwomen dan produser buat Brandy Clark dan Lucius.
Saking sibuknya, Brandi kayaknya lupa sama Brandi si Artis, atau Brandi si Manusia biasa. Nah, itu dia inti dari album kedelapannya, Returning to Myself. Album ini bener-bener bikin terharu, kadang bikin terpukau, tapi juga ada sedikit bikin frustrasi. Tapi yang jelas, ini adalah karya terbaik Brandi sejak album By the Way. Album ini bukan cuma sekadar balik ke performa terbaiknya, tapi juga nunjukkin tekstur baru dalam suara, melodi, dan instingnya sebagai co-produser (bareng Aaron Dessner dan Andrew Watt yang udah terkenal banget).
Coba dengerin deh lagu “No One Knows Us,” yang jadi curhatan hati Brandi banget (ada lirik “Eighties movies and Everclear/What if we’re gay?”). Lagu ini bener-bener nunjukkin kerennya kolaborasi Dessner dan Watt. Lagu lain yang wajib didengerin: “Human” dengan melodi yang lembut banget, “Anniversary” yang akustiknya bikin merinding, dan “You Without Me,” lagu tentang parenting yang diambil dari hasil kolaborasinya bareng Elton John: “Heavy are the hands,” yang artinya beban berat ada di tangan, “that you are free to slip right through.”
Album Returning to Myself ini paling keren pas Brandi bener-bener fokus sama dirinya sendiri. Kalau dia mulai keluar jalur, kayak di lagu “Joni” yang jadi tribute buat Joni Mitchell, inti dari album ini jadi agak buyar. Dan meskipun lagu “Church & State” yang bergaya rock arena tahun 80-an kayaknya bakal jadi favorit pas konser, tapi lagu ini juga agak kurang pas sama tema albumnya.
Tapi secara keseluruhan, album ini tetep keren banget. Di lagu “A War With Time” yang dipengaruhi sama Dessner, Brandi nyelipin inti dari album ini ke dalam cerita manis tentang perjalanannya ke New York pas masih muda: “When you find yourself alone,” yang artinya ketika kamu merasa sendirian, “retrace your steps and come back home.” yang artinya telusuri kembali langkahmu dan pulanglah.
Di 'Returning to Myself', penyanyi dan penulis lagu keren ini fokus ke dalam diri sendiri. Penasaran?