
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

BTS anggota V baru-baru ini terlibat dalam kontroversi dengan aktivitas media sosialnya.
Kontroversi ini dimulai dari cerita Instagram yang dibagikan oleh V, yang mengucapkan terima kasih kepada penggemar di Perancis setelah konser ARIRANG World Tour di Perancis.
Meskipun banyak penggemar Perancis yang menyambut baik ucapan terima kasih dari V, namun beberapa penggemar mengkritik karena V melayangkan perintah untuk menerjemahkan pesan ke dalam bahasa Perancis.
Kritik ini dipimpin oleh seorang pengguna media sosial X (sebelumnya Twitter) yang merekomendasikan postingan V dan menyerang nama-nama dari kelompok-kelompok K-Pop.
Kritik ini semakin meninggi ketika pengguna media sosial lainnya menyeret penggemar wanita seperti Jennie dari BLACKPINK dan aesa yang menggunakan AI dalam musik video mereka.
Pengkritik menuding bahwa V tidak hanya menggunakan AI untuk menerjemahkan pesan, tapi juga menghina penggemar wanita yang mempromosikan AI di musik video mereka.
Beberapa pengguna media sosial bahkan mengutip contoh penggunaan AI yang tidak bertanggung jawab oleh penggemar wanita, seperti penggunaan AI untuk merekam wanita tanpa izin mereka.
Controversi ini tidak akan pernah selesai, tapi sepertinya ada jalan ke arah yang lebih baik, yaitu lebih memahami dan menghargai penggunaan AI.



Controversi ini menunjukkan adanya kesadaran yang tidak memadai tentang penggunaan AI di kalangan penggemar K-Pop.
Dalam konteks yang lebih luas, kontroversi ini dapat menandakan perubahan yang lebih besar dalam cara kita berinteraksi dengan media sosial dan teknologi.
Hal yang menarik adalah bahwa kontroversi ini juga menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan digital.
Pengguna media sosial yang peduli tentang isu ini dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan digital dalam menghadapi kontroversi-kontroversi seperti ini.
Kasus klasik tentang siapa pun yang merupakan pelaku terburuk.