Earth, Wind & Fire Member John Paris Hospitalized and Placed in Medically Induced Coma
Earth, Wind & Fire member John Paris was recently hospitalized and placed in a medically induced...

Band dance-electronic CAPYAC yang berasal dari Austin, Texas, baru aja ngerilis album baru dengan 12 track yang berjudul Sobbing Ecstasy. Mereka muncul di tahun 2010-an buat ngisi kekosongan musik dance yang happening banget setelah tengah malam.
Sobbing Ecstasy ini adalah album full-length pertama mereka dalam format trio, setelah Obie Puckett jadi anggota tetap. Sensibilitas mereka yang playful dan jago bikin melodi nyatu banget sama Delwin Campbell dan Eric Peana, yang emang dari dulu udah punya bakat buat ekspresi yang unik.
Peana dan Campbell nemuin frasa "sobbing ecstasy" pas lagi tinggal di LA, waktu temen sekamar mereka, Sam Schiffer, ngebacain liner notes buat ABBA’sGold di Apple Music. Frasa yang kuat itu langsung ngena banget di trio ini, dan mereka mulai ngelempar-lemparin kata-kata itu, sambil nyebutin lagu-lagu yang bikin mereka ngerasain hal yang sama.
Sobbing Ecstasy dibuka dengan track intro yang asik banget, nuansa sci-fi, judulnya “How the Earth Lies Still”—pendek tapi langsung bikin nagih dari awal sampe akhir.
Lagu berikutnya, “I Won’t Ever Leave You Behind,” ini bener-bener party di atas roda. Penuh dengan energi dance-funk, vokal di lagu ini se-vibrant bassline-nya. Groovy, seru, dan nggak ada capeknya—ngedorong pendengar buat terus ikutin momentumnya dari awal sampe akhir.
Favorit pribadi adalah “U Know Y,” track ketiga di album ini dan lagu yang pas banget buat nge-lose yourself—entah itu pas lagi nyetir malem-malem, main rollerblade di turunan curam, atau pas lagi somatic dance. Intinya, salurin vibe-nya dan nikmatin high-nya dengan cara yang paling pas buat kalian. Lagu ini nampol banget, dan produksinya ngajak buat gerak, jadi susah banget buat nggak ikutan nge-groove.
“Sexy in My Bodyyy” berikutnya, nyebarin energi groovy funk. Flashback dari masa lalu, gaya vokal di lagu ini lebih ke spoken word daripada nyanyi, jadi ada charm yang playful dan nggak serius. Sama kayak sebagian besar album ini, lagu ini irresistibly danceable.
Mood-nya berubah dengan “Grief is an ~o p e n i n g,” yang bawa tone yang lebih serius, tapi tetep mempertahankan nuansa sci-fi album ini. Yang paling menonjol adalah spoken word yang puitis dan kaya visual—track ini dramatis tapi terukur, nyiptain kontras yang striking dan pas banget di antara lagu-lagu lainnya.
Berikutnya ada “ANGEL EYE CONTACT”—euforia, ethereal, dan penuh dengan synth bernuansa metalik dan perkusi ritmis kayak helikopter yang bikin vokalnya makin soaring. Dengan durasi 6 menit 51 detik, ini adalah track terpanjang di album ini dan contoh yang keren banget dari kemampuan trio ini buat bikin musik dance yang vibrant, inventif, dan nggak ngebosenin sama sekali.
Track ini bener-bener bliss, nangkep chemistry yang electric dari koneksi sama seseorang di lantai dansa—momen yang rasanya kayak kismet atau spiritual. Ini nggambarin sensitivitas euforia yang bener-bener hidup di tengah lampu-lampu yang glowing dan berdenyut, badan-badan yang gerak sinkron, dan beat yang rasanya kayak organisme hidup yang bernapas.
Secara keseluruhan, Sobbing Ecstasy sesuai banget sama namanya—gimana pun kalian ngartiin “ecstasy,” susah buat nggak ngebandingin perasaan itu sama suara dan lirik di album ini, yang penuh dengan gerakan, kegembiraan, dan euforia murni.
Intinya: album ini keren banget, dieksekusi dengan brilian, dan penuh dengan cinta dan perhatian terhadap detail yang hampir terpancar dari setiap track.
Connect sama CAPYAC: Website (capyac.com) | Instagram (instagram.com/capyac)
Band dance-electronic asal Austin, Texas, CAPYAC, baru aja ngerilis album baru mereka yang berjudul 'Sobbing Ecstasy'. Album ini dijamin bikin party kalian makin pecah!