
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Drama Cardi B emang gak ada habisnya, bestie! Setelah menang telak di sidang tiga bulan lalu, Cardi B kembali bikin security guard nangis bombay. Si security guard ini ngaku dicakar mukanya sama Cardi B di depan kantor dokter di Beverly Hills tahun 2018. Gara-gara kuku akrilik, guys!
Hakim Los Angeles County, Ian Fusselman, nolak mentah-mentah permintaan sidang ulang dari si penggugat, Emani Ellis. Katanya, gak ada alasan buat batalin keputusan juri yang udah bulat. Ellis ngotot dua saksi mata gak boleh kasih keterangan karena telat diumumin, plus dia bilang juri pada "ketakutan" sama Cardi (nama aslinya Belcalis Almánzar) gegara ngelempar pulpen di luar gedung pengadilan sebelum vonis menang buat Cardi keluar.
Jadi gini, ada video yang nunjukkin Almánzar ngelempar pulpen ke tanah pas diomel-omelin sama YouTuber Donat Ricketts soal isu hamilnya sama Stefon Diggs. Padahal, pas sidang itu Cardi emang lagi hamil diem-diem dan baru ngumumin dua minggu kemudian. Di video itu, Almánzar nyolot ke Ricketts, "Jangan kurang ajar sama gue!"
Hakim Fusselman juga bacain sumpah dari Ricketts yang bilang pulpennya mental dari tanah dan kena dia. Ricketts juga ngaku ada juri yang ngeliat kejadian itu dan nyamperin dia bareng rombongan yang nanya dia mau nuntut apa enggak. "Gue bilang enggak," tulis Ricketts. Tapi, pengacara Almánzar ngebales di dokumen penolakan sidang ulang, katanya pulpennya "gak kena siapa-siapa," dan semua omongan soal juri ketakutan itu cuma gosip. Hakim setuju, malah bilang pengacara Ellis sendiri yang minta juri dikasih tau soal insiden itu. Jadi, harusnya juri malah mikir kejadian itu ngedukung omongan Ellis, bukan malah bikin mereka takut.
"Kita cuma ngehayal soal dampaknya ke mereka," kata hakim. "Harusnya itu malah ngebantu kasus lo, bukan malah ngerugiin? Bukannya itu alesan lo pengen juri tau soal itu? Lo dateng ke pengadilan dan bilang, 'Gue pengen juri tau ini baru aja kejadian'."
Hakim Fusselman bilang juri merhatiin banget sidangnya dan ngasih vonis berdasarkan bukti yang ada. "Mereka bebas nanya atau komentar apa aja, dan mereka enggak ngelakuin itu. Gue gak ngeliat ada pengaruh dari luar ruang sidang ke keputusan juri," tegasnya.
Juri cuma butuh sejam buat mutusin menang buat Almánzar tanggal 2 September. Mereka bilang Ellis gagal buktiin si rapper nyerang dia secara fisik tanggal 24 Februari 2018, abis mereka berantem karena Almánzar ngira Ellis ngerekam dia di luar kantor dokter kandungan pas dia lagi hamil anak pertamanya sama Offset. Almánzar belum ngasih tau orang tuanya soal kehamilannya, dan dia ngerasa Ellis udah ngelanggar privasinya soal hal yang "sakral," kata pengacaranya di sidang.
Selama dua hari jadi saksi, Almánzar ngotot dia gak pernah nyentuh Ellis. Dia malah bilang Ellis yang ngejar dia di lorong dan nyudutin dia ke tembok. Dalam kesaksian yang viral abis, Almánzar bilang dia sama Ellis cuma "adu bacot" doang. "Dia gak mukul gue. Gue gak mukul dia. Gak ada sentuhan," katanya.
Dalam permintaan sidang ulang yang gagal, pengacara Ellis, Ron Rosen Janfaza, nuduh Almánzar "sengaja nyembunyiin" identitas dokter kandungan dan asisten kantor medis yang jadi saksi kunci si rapper. Di atas mimbar, Dr. David Finke dan resepsionis Tierra Malcolm bilang mereka lari ke lorong pas denger cewek-cewek itu teriak-teriak. Mereka bilang Ellis megang HP dan keliatan kayak orang yang nyolot. Malcolm juga bilang beberapa bulan setelah kejadian itu, Ellis nelpon dan nanya dia mau bantu klaim kerjaan terkait insiden itu apa enggak. Malcolm nolak. "Gue gak mikir kalo gue jujur, itu bakal ngebantu dia," katanya ke juri. Dalam kesaksiannya sendiri, Almánzar bilang dia cuma sekali itu doang ke Dr. Finke, iseng aja pas lagi di Los Angeles buat kerjaan. Makanya, dia gak yakin sama namanya di awal-awal tuntutan, katanya.
Hakim Fusselman juga bilang walaupun dia ngasih izin buat pihak pembela buat nambahin Finke dan Malcolm setelah tenggat waktu awal, Ellis juga dikasih izin buat nambahin dua nama ke daftar saksi yang dia usulin bahkan lebih telat. Hakim juga ngejelasin dia berencana buat ngasih sanksi ke Rosen Janfaza atas kelakuannya selama sidang. Hakim bilang Rosen Janfaza berkali-kali ngaku ke juri kalo Ellis dirawat sama psikolog, padahal dokter itu dilarang jadi saksi, dan juri gak denger bukti kalo Ellis pernah ketemu sama dokter itu secara langsung.
"Gue susah percaya itu cuma kesalahan polos pas lo ngelakuin itu berkali-kali," kata hakim, sambil nambahin dia berencana nerbitin perintah yang bakal ngeharusin Rosen Janfaza bayar biaya pengacara ke pengacara pembela Lisa F. Moore, Peter Anderson, dan Eric Lamm terkait permintaan pembela supaya dia ditahan karena menghina pengadilan.
Gak lama setelah menang kasusnya di bulan September, Almánzar ngerilis sampul CD edisi khusus "Courtroom Edition" buat album keduanya, Am I the Drama?, yang nampilin momen-momen viral dan gaya rambutnya selama sidang. Kemenangan di pengadilan perdata ini bukan yang pertama buat dia. Sebelumnya, dia juga menang $4 juta dari gugatan pencemaran nama baik terhadap vlogger gosip selebriti Latasha Kebe, yang dikenal sebagai Tasha K. Hakim New York juga ngebelain Almánzar dan nolak gugatan pencemaran nama baik yang nyebut dia sebagai terdakwa bareng adiknya, Hennessy. Almánzar juga menang di persidangan federal di California, di mana dia dituduh make sebagian tato punggung seorang pria di sampul mixtape awalnya Gangsta Bitch Music Vol. 1.
Kata hakim: "Gak ada tuh pengaruh dari luar ruang sidang ke keputusan juri!"