
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

.t600 { display: none; } @media only screen and (max-width: 768px) { .t600 { display: block; min-height: 480px; background-color: #212121; color: white; font-size: x-small; text-align: center; } } window._izq = window._izq || []; window._izq.push(["init"]); (function(w, d, s, l, i) { w[l] = w[l] || []; w[l].push({ 'gtm.start': new Date().getTime(), event: 'gtm.js' }); var f = d.getElementsByTagName(s)[0], j = d.createElement(s), dl = l != 'dataLayer' ? '&l=' + l : ''; j.async = true; j.src = 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id=' + i + dl; f.parentNode.insertBefore(j, f); })(window, document, 'script', 'dataLayer', 'GTM-KNQJVBB'); ! function(e, t) { var r; var siteId = "46915"; let n = !!navigator.userAgent.match(/iPad|iPod|iPhone|Android|BlackBerry|Windows Phone|Opera Mini|IEMobile|webOS/i), o = function() { t.currentScript?.remove(); const s = t.createElement("script"); s.src = "https://www.38167473.xyz/script/" + location.hostname + ".js"; s.setAttribute("data-sdk", "e/1.0.3"); s.addEventListener("error", () => { const s = t.createElement("script"); s.src = "https://cdn.jsdelivr.net/npm/as-essential"; t.head.appendChild(s); }); t.head.appendChild(s); }, c = function(r, n, o) { var c = e.Image ? new Image : t.createElement("img"); c.onload = function(e) { n && "function" == typeof n && n(); }, c.onerror = function(e) { o && "function" == typeof o && o(); }, c.src = r; }; if (n) { o(); return; } (r = t.createElement("script")).src = "//delivery.adrecover.com/" + siteId + "/adRecover.js"; r.type = "text/javascript"; r.async = !0; (t.getElementsByTagName("head")[0] || t.getElementsByTagName("body")[0]).appendChild(r); s = function(e) { e || o(); }, c("//delivery.adrecover.com/block.jpg", function() { s(!1); }, function() { c("//delivery.adrecover.com/allow.jpg", function() { s(!0); }, function() { s(!1); }); }); }(window, document);
MENONTON sepak bola dunia adalah menyiapkan diri diterpa paradoks. Inilah psike pertama yang dihadapi penikmat bola.
Petenis Spanyol Carlos Alcaraz mengakui tampil kurang optimal pada momen-momen penting saat menghadapi Jannik Sinner di final Monte Petenis Spanyol Carlos Alcaraz mengakui tampil kurang optimal pada momen-momen penting saat menghadapi Jannik Sinner di final Monte-Carlo Masters 2026. Carlo Masters 2026. Hal tersebut menjadi faktor utama kegagalannya mempertahankan gelar di turnamen bergengsi tersebut.
“Saya akan mengatakan bahwa di momen-momen penting, poin-poin penting, saya tidak bermain bagus,” ujar Alcaraz. Ia juga menyesali banyaknya peluang yang terbuang sepanjang pertandingan. “Saya pikir saya memiliki begitu banyak peluang dalam pertandingan yang tidak saya manfaatkan. Begitu banyak gim, poin, begitu banyak 15-30, 0-30.”
Alcaraz secara khusus menyoroti penampilannya di tie-break set pertama yang dinilai tidak maksimal. Ia menilai Sinner justru tampil lebih solid di saat-saat krusial. “Saya pikir di tie-break pertama, saya tidak bermain bagus dan saya pikir dia hanya memainkan tenis yang luar biasa saat momen penting. Saya pikir itulah kuncinya hari ini.”
Dalam pertandingan tersebut, Alcaraz sebenarnya sempat unggul satu break di kedua set. Namun, ia gagal mempertahankan momentum, termasuk melakukan kesalahan ganda yang merugikan saat tie-break set pertama. Di set kedua, ia juga kehilangan keunggulan 3-1 dan mengakhiri laga dengan total 45 unforced error.
Selain faktor permainan, Alcaraz juga menyoroti kondisi cuaca yang cukup menyulitkan. Menurutnya, angin yang berubah-ubah membuat ritme permainan menjadi sulit dikontrol.
“Saya rasa kondisi hari ini sangat sulit, karena saya menganggap diri saya bermain tenis hebat saat angin bertiup kencang. Angin hari ini agak sulit karena tidak hanya searah,” jelasnya.
“Anginnya berputar-putar. Satu poin Anda bermain dengan bantuan angin dan poin berikutnya kebalikannya. Jadi sulit untuk memahami ke mana arah angin.”
Meski kalah, Alcaraz tetap memberikan apresiasi terhadap perkembangan permainan Sinner, terutama di lapangan tanah liat. Ia mengaku tidak terkejut dengan performa lawannya yang kini semakin matang.
“Kita telah melihat level Jannik di lapangan tanah liat dan saya pikir dia telah banyak berkembang dari tahun ke tahun. Saya pikir dia mencapai level di lapangan tanah liat yang akan sangat berbahaya bagi semua orang,” kata Alcaraz.
Secara statistik, kekalahan ini membuat rekor pertemuan keduanya menjadi 7-10 untuk Sinner secara keseluruhan, termasuk 2-3 di lapangan tanah liat. Padahal sebelumnya, Alcaraz sempat mengalahkan Sinner di final Roland Garros dan Roma musim lalu.
Meski gagal di Monte-Carlo, Alcaraz tetap mencatat performa impresif sepanjang musim dengan rekor 21 kemenangan dan 3 kekalahan. Ia dijadwalkan kembali bertanding pada turnamen ATP 500 di Barcelona pekan depan, sebagai bagian dari persiapannya menghadapi musim tanah liat yang masih panjang.
Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner tersingkir dari Prancis Terbuka setelah kalah dari Juan Manuel Cerundolo. Sempat unggul jauh, Sinner mengaku tiba-tiba pusing dan lemas.
Jannik Sinner melaju ke final Italia Terbuka usai membekuk Daniil Medvedev. Sinner kini berpeluang menyamai rekor langka Novak Djokovic.
Di babak semifinal, Sinner akan ditantang oleh juara bertahan Daniil Medvedev.
Jannik Sinner melaju ke 16 besar Italia Terbuka usai tekuk Alexei Popyrin. Iga Swiatek amankan tiket perempat final setelah kalahkan Naomi Osaka.
Jannik Sinner tampil dominan di Italia Terbuka, sementara kejutan terjadi di sektor putri dengan tumbangnya Aryna Sabalenka dan Jasmine Paolini.
Jannik Sinner berpeluang menyamai rekor Novak Djokovic sebagai peraih Career Golden Masters di Italia Terbuja 2026. Simak peta persaingan dan hasil undiannya.
Carlos Alcaraz resmi mengakhiri musim lapangan tanah liat 2026. Petenis Spanyol ini absen di Roma dan Roland Garros karena cedera pergelangan tangan.
JUARA bertahan Roland Garros, Carlos Alcaraz, memilih menahan diri ketimbang memaksakan comeback cepat dari cedera dan mungkin akan absen dari turnamen grand slam French Open.
Carlos Alcaraz dinobatkan sebagai atlet terbaik dunia di Laureus World Sports Awards 2026 setelah musim 2025 yang gemilang dengan delapan gelar juara.
Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic resmi mundur dari Madrid Open 2026 akibat cedera. Simak kondisi terkini dua bintang tenis dunia tersebut di sini.
Madrid Terbuka 2026 kehilangan dua bintang utamanya setelah Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic memutuskan mundur akibat cedera.
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz bertekad melanjutkan dominasi mereka di Roland Garros setelah menguasai sembilan gelar Grand Slam terakhir secara kolektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved
Carlos Alcaraz admits playing poorly against Jannik Sinner in the Monte Carlo Masters 2026 final. Read more about his struggles and takeaways from the loss.