
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Cha Eun Woo, salah satu anggota grup musik ASTRO, telah mengajukan keberatan atas penilaian pajak yang diterimanya dari Layanan Pajak Nasional pada bulan Agustus ini. Keberatan ini dilakukan setelah ia membayarkan pajak yang disetujui pada tahun ini. Pada tahun lalu, ia diduga melakukan pemotongan pajak, sehingga Layanan Pajak Nasional mengeluarkan penilaian pajak melebihi jumlah 20 miliar won (sebanyak 13,9 juta dolar AS) sebagai pajak kembali. Pada bulan April ini, situasii tampaknya telah teratasi ketika Cha Eun Woo membayar jumlah pajak yang disyaratkan dalam surat peringatan terakhir Layanan Pajak Nasional.
Namun, dalam pernyataan pribadi yang ia tuliskan, ia menyatakan dirinya menyetujui prosedur dan hasil dari Layanan Pajak Nasional dan ia juga menutup diri dari konflik ini dengan menyatakan pembayaran pajak secara penuh. Ia berkata: "Saya menghargai prosedur dan hasil dari Layanan Pajak Nasional," dan "Saya akan juga dengan tekun melaksanakan langkah-langkah yang tersisa."
Namun, pada bulan Agustus, agensi Fantagio mengkonfirmasi kepada pers bahwa Cha Eun Woo telah mengajukan keberatan terhadap penilaian pajak yang diterimanya dari Layanan Pajak Nasional. Ia mengatakan: "Untuk menerima hukum dari hal ini, Cha Eun Woo telah mengajukan permintaan untuk peninjauan pajak secara resmi sesuai dengan prosedur hukum."
Pada bulan Agustus terakhir, agensi Cha Eun Woo, Fantagio, melaporkan bahwa ia mengajukan keberatan terhadap penilaian pajak tersebut. Mereka menyatakan: "Untuk menerima keputusan dari hal ini, Cha Eun Woo telah mengajukan permintaan peninjauan pajak yang sesuai dengan prosedur." Namun, pada bulan April tahun ini, keberatan tersebut tampaknya telah hilang ketika Cha Eun Woo membayarkan pajak yang diwajibkannya.
Artis ASTRO, Cha Eun Woo, mengajukan keberatan atas penilaian pajak yang diterimanya dari Layanan Pajak Nasional beberapa bulan setelah membayarnya. Penelitian ini dilakukan pada tahun lalu karena diduga melakukan pemotongan pajak