counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Choi Yena: Apa yang Membuatnya Menyesal karena Mempahami Kim Seon Ho

04 Agustus 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Choi Yena: Apa yang Membuatnya Menyesal karena Mempahami Kim Seon Ho

Acara SBS, Love Against Time, adalah sebuah kisah cinta yang berfokus pada para selebriti Korea. Pada hari pertama, seluruh partisipan menghadapi hari pertama mereka di acara, dan para peserta juga membagikan buku harian kesehatan mereka.

Saat menggambarkan pengalamannya, Kim Seon Ho mengungkapkan bahwa di masa lalunya, ia pernah menderita kanker stadium 4 sedang ia menjalankan wajib militer. Ia berkata bahwa kondisi keluarganya yang kurang baik saat itu membuatnya merasa seperti beban dan merasa menyesal. Ia tidak ingin memberikan berita buruk itu kepada keluarganya karena merasa seperti menancapkan pisau di hati mereka.

Berkat apa yang telah ia alami, Kim Seon Ho berharap bisa menjadi lebih mandiri dan tidak ingin terus menjadi beban bagi keluarganya. Ia merasa bahwa apa yang dialami olehnya bisa menjadi pelajaran bagi kawan-kawan dan keluarganya.

Dalam kisahnya, Choi Yena juga mengakui pernah menderita limfoma sebagai anak. Ia mengaku merasa menyesal melihat orang-orang terdekatnya menangis dan mengalami kesulitan. Apabila dihadapkan dengan situasi yang sama di kemudian hari, ia mengatakan bahwa dirinya akan menghadapinya dengan lebih dewasa dan tidak ingin menyenangkan keluarganya.

Tergerak dari apa yang pernah dialaminya dan melihat betapa kerasnya perjuangan keluarga ketika anaknya sakit, Choi Yena mengatakan bahwa ia telah menyadari bahwa ia tidak perlu bersalah dengan keterbatasan yang dialaminya sebagai anak. Choi Yena berharap agar ia dapat menjadi anak yang lebih dewasa dan tidak menyulitkan keluarga di kemudian hari.

Apabila dilihat dari sudut pandang mereka, kedua orang ini menghadapi kisah nyata mereka tentang kanker dan perjuangan keluarga yang mereka lalui. Saat ini, mereka lebih dewasa dan lebih peduli terhadap perasaan orang-orang terdekat, bahkan jika itu berarti mengorbankan diri sendiri untuk mereka.

Para peserta ini memberikan inspirasi bahwa dengan mengikuti keinginan sendiri, mereka mampu mencapai tujuan mereka dengan bekerja keras dan tidak pernah kekurangan semangat. Mereka mengejutkan penonton dengan mengajak teman-temannya untuk menjadi lebih kuat dan berani menghadapi tantangan hidup.

Hal ini menunjukkan bagaimana kegagalan dapat menjadi ajang belajar dalam hidup setiap individu. Mereka belajar dari kesalahan mereka dan mencoba untuk tidak mengalaminya lagi, mengingatkan kita bahwa kesempurnaan tidak pernah ada. Yang penting adalah bagaimana kita menemukan kekuatan di dalam diri kita untuk menjadi lebih kuat dalam menghadapi hari esok.

Keluhan yang dialami oleh mereka juga menunjukkan, bahwa keseimbangan antara keinginan individu dan kebutuhan keluarga adalah penting untuk mencapai kesempurnaan dalam kehidupan, dan keberanian untuk menghadapi kesulitan adalah hal penting untuk diingat.

Ringkasan

Acara kisah cinta Love Against Time, yang tayang pada 3 Agustus, menyebabkan para peserta mengungkapkan harapan dan kesedihan mereka.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru