
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Dalam episode pertama acara realitas cinta Love Against Time di SBS, yang tayang pada tanggal 3 Agustus, peserta membagikan kisah pertama kali mereka bertemu dan diary penyakit mereka.
Selama siaran tersebut, Kim Seon Ho membagikan cerita tentang diagnosa kanker stadium 4 saat masih menjabat militer, ia mengatakan, 'Saat itu, kondisi keuangan keluarga saya tidak baik. Saya merasa seperti beban dan sangat menyesal. Saya tidak dapat mempercayakan hal ini kepada mereka karena saya merasa seperti menanggalkan pisau ke hati orang tua.'
Choi Yena, yang pernah menderita limfoma sebagai anak, menunjukkan empati dengan Kim Seon Ho, mengatakan, 'Saya ingat saat saya sakit sebagai anak, saya selalu merasa bersalah melihat orang tua dan keluarga saya runtuh dan berduka. Saya merasa seperti saya yang salah.'
Choi Yena juga menambahkan dengan air mata, 'Saya ingat orang tua saya menjual kimbap untuk membayar tagihan rumah sakit karena biaya medis terlalu tinggi.'
Dia menambahkan, 'Saya merasa seperti hidup di bawah tekanan karena harus menyembunyikan kondisi saya dari orang tua.
Setelah mendengar cerita Kim Seon Ho dan Choi Yena , audiens menjadi merenungkan tentang bagaimana kondisi fisik dan mental dapat mempengaruhi hubungan antara pasangan dalam acara realitas cinta ini.
Bagaimana keadaan pasien dapat mengubah pandangan dan perilaku mereka dalam mencari pasangan dan menghadapi penyakit? Bagaimana pasangan dapat mendukung dan memahami satu sama lain dalam menghadapi tantangan penyakit?
Pertanyaan ini terus muncul di benakku setelah mendengar cerita Choi Yena dan Kim Seon Ho.
Yang jelas, peristiwa ini menunjukkan bahwa penyakit bukan hanya merupakan beban bagi individu, tetapi juga dapat mempengaruhi hubungan antara pasangan.
Apakah Anda sudah siap untuk menghadapi tantangan penyakit dan hubungan dalam acara realitas cinta ini?
Berikut ini adalah latar belakang dan penjelasan lebih lanjut tentang cerita Choi Yena dan Kim Seon Ho.
Suatu ketika di masa lalu, Choi Yena dan Kim Seon Ho mengalami penyakit yang sama-sama berat.
Cerita mereka menunjukkan bagaimana penyakit dapat mempengaruhi kehidupan siapa pun, tidak peduli apa pun posisinya atau kemampuan.
Mengapa mereka merasa bersalah setelah menderita penyakit?
Apakah itu karena mereka merasa bahwa mereka tidak dapat menghadapi penyakit tersebut dengan baik atau karena mereka merasa bahwa mereka telah memberi beban kepada keluarga dan teman-teman mereka?
Pertanyaan ini terus muncul di benakku.
Dalam episode pertama acara realitas cinta Love Against Time, peserta mengekspos kisah penyakit mereka. Choi Yena, mantan pasien limfoma, menunjukkan empati terhadap Kim Seon Ho.