
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

CORTIS, boy band muda Indonesia, kini menghadapi kritikan berat dari para netizen Korea atas perilaku mereka di siaran langsung setelah konser wereld mereka.
Mereka melakukan siaran langsung di mana Martin berbicara tentang suasana saat melakukan konser itu.
Sebaliknya dengan menarik simpati, komentar Martin segera menyebar luas di komunitas online Korea, di mana banyak netizen yang berpendapat bahwa prioritas anggota band tersebut salah.
"Ketika kita melakukan segalanya untuk pentas, namun tidak melihat semua orang yang menikmatinya melalui dukungan atau pujian, kita merasa… agak sedih.”
— Martin, CORTIS
Komentar Martin tersebut menyebabkan kritik lebih lanjut. Banyak netizen yang merasa bahwa grup band tersebut tidak memiliki mind-set yang baik dalam menyampaikan diri dan memberikan pelayanan bagi penonton.
Selain itu, kritik juga datang dari segi musik dan penyajian konser. Banyak netizen yang merasa bahwa CORTIS tidak siap untuk melakukan konser berdurasi panjang dan tidak memberikan penampilan yang menarik.
Salah satu kontroversi yang muncul adalah tentang penggunaan dana yang digunakan untuk konser. Banyak netizen yang merasa bahwa anggota CORTIS tidak mengerti betapa sulitnya untuk mendapatkan uang dan waktu untuk menonton konser.
Bahkan, beberapa netizen berpendapat bahwa CORTIS telah menjadi terlalu sombong dan tidak memiliki kemampuan untuk menyampaikan diri dengan baik di depan umum.
Sebuah analisis yang dapat dilihat dari peristiwa ini adalah bahwa CORTIS masih sangat perlu untuk memahami dan memperbaiki diri untuk menjadi grup band yang lebih baik.
Mereka harus memperhatikan kritik dan saran dari netizen dan berusaha untuk menjadi lebih baik.
CORTIS harus ingat bahwa mereka masih dalam tahap awal dan harus bersedia untuk memperbaiki diri.
Berikut adalah reaksi netizen Korea terhadap peristiwa ini:
Meskipun demikian, para penganut CORTIS tetap mendukung mereka dan berharap bahwa mereka dapat memperbaiki diri.
Nah, itulah contoh analisis dari fenomena ini. Kita dapat melihat bahwa kritik dan saran dari netizen dapat membantu CORTIS memperbaiki perilaku mereka.
“Mereka sudah terlalu muda menjadi terlalu sombong.”