counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Demi Lovato: Gak Perlu Terlalu Dalam, Santai Aja!

23 Oktober 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Demi Lovato: Gak Perlu Terlalu Dalam, Santai Aja!

Demi Lovato balik lagi nih dengan album barunya, *It's Not That Deep*! Setelah beberapa tahun nyoba jalur punk-rock di album *Holy Fvck* (2022) dan nge-revisit lagu lamanya dengan sentuhan yang lebih 'dark' di *Revamped* (2023), sekarang Demi pengen balik ke sound yang bikin dia bersinar. Doi collab sama Zhone, seorang maestro pop-production, dan hasilnya? Synth yang playful, energi club yang bikin pengen joget, dan vibe bebas yang bener-bener sesuai sama judul albumnya!

Sebelum album ini rilis, Demi sempet 'menertawakan' imej dirinya yang dulu terlalu serius. Bahkan, doi balik lagi ke The Bigg Chill, toko froyo yang dulu sempet mau di-'cancel' sama dia. Ini ngerubah cara pandang orang tentang album ini, dan musiknya juga nunjukkin semangat buat lepas, mengenang masa lalu sambil senyum, dan gak terlalu serius sama diri sendiri di masa sekarang. Asli, vibe ini kerasa banget di hampir semua lagu.

Di lagu "Frequency", Demi nyanyi, "How can a diamond like you exist/In a lowdown dirty place like this?" Lagu ini berubah jadi EDM yang asik banget dengan repetisi "fuck up the vibe" di atas beat yang nge-drive. "Kiss" juga kerasa banget sentuhan Zhone-nya, mirip elemen robotik di lagu "Boy Crazy" punya Kesha, tapi tetep khas Demi banget. Dua lagu ini sejalan sama single sebelumnya, "Fast" dan "Here All Night", yang sama-sama nunjukkin vibe carefree dari judul albumnya.

Tapi, tetep ada ruang buat introspeksi diri di album ini. Di lagu "Sorry to Myself", Demi kayak ngasih maaf ke dirinya sendiri sambil ngakuin kesalahan-kesalahannya. "Sorry for the starving, sorry for the burnout, sorry for the one ex who always broke me down," nyanyi doi, ngereferensiin perjuangannya dengan eating disorder dan mantan yang jadi inspirasi banyak lagu patah hatinya. (Gak usah disebut namanya, yang ngikutin pasti tau lah ya).

Terus, di lagu "Say It", Demi kayak lagi 'flashback' ke masa-masa insecure di album *Tell Me You Love Me*. Tapi, sekarang doi nyanyi dari sudut pandang yang beda. Di lagu itu dan "Let You Go", produksi musiknya tetep keren tapi gak 'nenggelemin' suara Demi. Dan di "Before I Knew You", doi ngeliat ke belakang, ke mantan yang suka ngeliat dia "small to sit on a shelf", sebelum akhirnya bilang kalo dia "only looks back sometimes." (Kayaknya mantan ini masih sering muncul di liriknya deh, move on dong!).

Kalo nyari energi ballad ala "Skyscraper", mungkin bisa dengerin lagu penutup, "Ghost". Di lagu ini, Demi nyanyi ke seseorang yang dia harap bakal ngikutin dia ke akhirat: "I hope you flicker the lights and send chills down my spine… I want to be haunted for life by your ghost." Agak manis sih, tapi lagu ini kerasa agak 'out of place' sama lagu-lagu lainnya.

Dari segi produksi, album ini juara banget. Buat Zhone, album *It's Not That Deep* ini kayak 'victory lap' buat dia. Dalam beberapa bulan aja, dia udah ngerjain project bareng Maude Latour, Kesha, Zara Larsson, dan sekarang Demi Lovato. Ini nunjukkin kalo Zhone gak cuma 'nimbrung' di dunia pop sekarang, tapi dia juga ngebantu nentuin arahnya!

Setelah hampir satu dekade Demi 'merangkul' PopVato (sebutan Demi buat dirinya sendiri di dunia pop), album ini kerasa kayak 'pulang kampung' ke akar electronic-pop-nya. Doi gak terlalu serius atau ngebahas hal-hal yang berat kali ini. Malah, doi ngasih album dance yang 'skip' ballad ultra-emosional dari masa lalunya dan milih buat have fun aja!

Ringkasan

Album baru Demi Lovato, 'It's Not That Deep', bukti doi cuma pengen have fun lagi. Nggak usah dibawa serius!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru