counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Festival Kultur K-pop di Korea, Sukses atau Gagal?

27 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Festival Kultur K-pop di Korea, Sukses atau Gagal?

Festival Kultur K-pop di Korea, Fanomenon, adalah acara besar yang akan digelar dari 2-12 Desember 2027. Acara ini akan dibuka dengan gala pada hari pertama dan akan berlangsung selama 11 hari. Festival ini akan diselenggarakan di dua lokasi, yaitu Seoul Arena di Changdong, Seoul Utara, dan Kintex di Goyang, Provinsi Gyeonggi.

Acara ini diprakarsai oleh Komite Kebudayaan Populer, yang dipimpin oleh Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young dan J.Y. Park, pendiri JYP Entertainment. Acara ini dinamakan Fanomenon, yang merupakan kombinasi dari kata "fan" dan "phenomenon". Komite ini ingin menunjukkan bahwa para penggemar (fans) adalah mitra penting dalam menyebarkan kebudayaan Korea daripada hanya mengonsumsinya.

Festival ini akan menampilkan konser K-pop pada enam hari, dengan berbagai artis pada setiap bill. Acara yang paling menarik adalah ajang penghargaan (awards show), yang akan digelar pada hari Sabtu dan Minggu. Para nominasi akan dipilih dari berbagai bidang di mana penggemar (fans) memiliki peran penting. Sementara itu, ruang pameran di festival ini akan menampilkan ekspresi (exhibition) dari para nominasi dan acara penggemar (fan events).

Pada mingguan, festival ini akan menampilkan festival musik (music festival) dengan total 20.000 orang. Musik ini akan mencakup berbagai genre seperti jazz, EDM, rock, R&B, hip-hop, musik dunia, dan musik tradisional Korea. Pada empat hari kerja, ruang pameran akan berubah menjadi tempat untuk pertemuan (fan meetings), presentasi produksi, tayangan (screenings), turnamen olahraga elektornik (esports tournaments), konser soundtrack, dan forum bisnis.

Acara ini diharapkan dapat menarik 520.000 pengunjung, termasuk 200.000 orang dari luar negeri. Komite ini juga berharap dapat meningkatkan dampak ekonomi sekitar 1 triliun won (sekitar 680 juta dolar Amerika Serikat). Dengan demikian, acara ini dapat dijadikan sebagai alternatif bagi Coachella dan Lollapalooza.

Komite Kebudayaan Populer juga menyarankan untuk mempromosikan acara ini melalui berbagai saluran, seperti media sosial, YouTube, dan Spotify. Selain itu, komite juga berencana untuk membuka jalur untuk penggemar (fans) untuk memiliki kesempatan mengunjungi festival ini.

Hal yang paling menarik dalam festival ini adalah bahwa para pendiri JYP Entertainment, SM Entertainment, YG Entertainment, dan J.Y. Park telah bekerjasama untuk membuka jalur bagi festival ini. Dengan demikian, festival ini dapat memfasilitasi kegiatan (activity) musik, bisnis, dan pariwisata di Korea.

Komiteme Kebudayaan Populer juga menyarankan agar festival ini dapat dijadikan sebagai contoh bagi festival-festival lain di Korea. Dengan demikian, festival ini dapat mempromosikan kebudayaan Korea dan meningkatkan visibilitas Korea sebagai tujuan wisata.

Apakah festival ini akan sukses atau gagal? Jawabannya dapat diputuskan oleh Anda. Namun, satu hal yang jelas, festival ini telah menarik perhatian para penggemar (fans) baik di dalam maupun di luar negeri.

Ringkasan

Festival Kultur K-pop di Korea, Fanomenon, akan digelar dari 2-12 Desember 2027. Apakah festival ini akan sukses atau gagal?

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru