
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Florence Welch, vokalis Florence and the Machine, akhirnya buka-bukaan soal pengalaman keguguran dan kehamilan ektopiknya di tahun 2023.
Dalam wawancara terbarunya sama The Guardian, doi cerita kalau beberapa hari setelah keguguran, ternyata kehamilannya itu ektopik. Buat yang belum tau, kehamilan ektopik itu pas sel telur yang udah dibuahi malah nempel di tuba falopi, bukan di rahim.
Tuba falopinya pecah dan bikin pendarahan internal. "Gue ngerasa momen paling deket sama kehidupan, malah jadi momen paling deket sama kematian," curhatnya. "Dan gue kayak masuk ke dunia yang isinya cewek-cewek lagi teriak semua."
Welch juga cerita, dua tahun lalu dia sama pacarnya pengen banget punya baby. "Awalnya gue pikir, ah, nggak mungkin, gue udah tuir," katanya. Doi waktu itu mau umur 37. Tapi, ternyata langsung hamil pas pertama kali nyoba. "Kaget banget. Tapi kayak ada magisnya gitu, deh. Kayak ngikutin insting alami aja gitu."
Kegugurannya kejadian pas awal-awal kehamilan, jadi mereka belum sempet cerita ke siapa-siapa. "Karena ini pertama kalinya gue hamil dan keguguran, gue kayak, 'Oke, gue udah denger sih ini emang bisa kejadian.' Gue ngobrol sama dokter, katanya sih nggak bahaya. Sedih banget, tapi nggak bahaya," jelasnya.
Seminggu kemudian, Welch dijadwalin buat jadi headline di festival di Cornwall, Inggris. Doi tetep mutusin buat tampil. "Secara emosional, gue sedih dan takut, tapi kayaknya gue bisa ngatasinnya," ujarnya.
Ini bukan pertama kalinya doi tetep tampil meski lagi ada masalah. Tahun sebelumnya, Welch pernah patah kaki pas lagi joged di panggung, tapi tetep lanjut nyanyi sambil berdarah-darah. "Kalau soal fisik, gue punya kekuatan aneh gitu, deh," katanya. "Kalau emosional, gue payah banget. Gampang hancur. Tapi kalau patah tulang? Oke aja. Pendarahan internal? Gas!"
Pas hari dia manggung di Cornwall setelah kehamilan ektopiknya, doi belum sadar udah ngalamin itu. Katanya, sakitnya parah banget dan pendarahannya banyak. Padahal, kehamilan ektopik itu jarang terjadi, cuma sekitar dua persen dari semua kehamilan. Dokter nyaranin buat periksa, dan dia rencananya mau scan pas balik ke London. "Cewek emang gitu ya! Gue minum ibuprofen terus naik panggung," katanya. Pertunjukannya keren banget, tapi pas di bus tur balik ke London, sakitnya balik lagi.
"Tau nggak sih yang bikin kesel?" tanyanya. "Gue nggak mau scan. Gue pikir, gue udah manggung, gue baik-baik aja, gue bisa kok. Tapi dokter gue maksa banget buat dateng, dan itu nyelametin hidup gue."
Pas di-scan, dokternya diem, dan itu bikin dia panik. Tuba falopinya udah pecah dan "ada darah seukuran kaleng Coke di perut gue." Dia langsung dioperasi darurat, tapi tuba falopinya harus diangkat. Dia harusnya terbang ke festival lain, tapi katanya, "Kalau gue naik pesawat itu, gue pasti turunnya udah di atas tandu. Atau lebih parah lagi."
Album keenam Florence and the Machine, Everybody Scream, bakal rilis tanggal 31 Oktober. Sebelum albumnya keluar, mereka udah ngerilis lagu "Everybody Scream" dan "One of the Greats."
"Gue ngerasa kayak mati sedikit setiap kali bikin album, dan beneran nyaris mati di tur terakhir," kata Welch soal lagu "One of the Greats," yang dia tulis bareng gitaris Idles, Marc Bowen, dalam sekali take. "Tapi gue selalu bangkit lagi buat nyoba lagi, selalu nyoba buat nyenengin satu orang yang nggak suka, atau akhirnya ngerasa gue udah bikin sesuatu yang sempurna dan gue bisa istirahat."
Florence Welch cerita pengalaman pahitnya keguguran dan kehamilan ektopik yang hampir ngerenggut nyawanya. Katanya, "Kayak masuk ke dunia cewek-cewek yang lagi teriak semua!"