
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Breaking news! Seorang eksekutif dari agensi hiburan terkenal lagi kena masalah nih. Kabarnya, dia dilaporkan ke kejaksaan atas dugaan kekerasan seksual ke seorang cewek yang lagi mabuk berat. Abis itu, parahnya lagi, dia malah ditinggalin gitu aja di pinggir jalan. Duh, kok bisa ya?
Kejadian ini bikin geger netizen, guys! Menurut laporan media Korea tanggal 20 November KST, kepolisian Seoul Seocho udah ngoper kasus eksekutif umur 50-an, sebut aja Mr. A, ke kejaksaan tanpa penahanan. Jadi, si Mr. A ini dituduh udah jemput cewek yang lagi teler berat di mobilnya, terus melakukan kekerasan seksual di dalam mobil. Setelah itu, dia tega ninggalin korban yang udah luka-luka di jalanan.
Menurut kronologi kejadian, insiden ini terjadi sekitar bulan Agustus lalu di daerah Gangnam, Seoul. Korban baru ditemukan satu setengah jam kemudian setelah ditinggalin, setelah ada orang yang lewat lapor ke polisi. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan didiagnosis mengalami pendarahan otak, patah tulang tengkorak, dan kerusakan saraf optik. Akibatnya, penglihatan mata kirinya hilang permanen. Serem banget!
Parahnya lagi, menurut laporan Hankyung, Mr. A ini baru aja keluar dari penjara empat bulan sebelumnya karena kasus serupa! Pada Januari 2021, dia divonis dua tahun penjara karena melakukan kekerasan seksual terhadap lima wanita. Terus, pada April 2023, agensi hiburan tempat dia menjabat sebagai CEO tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya dengan alasan masalah keluarga pribadi. Hmm, mencurigakan ya?
Setelah bebas dari penjara pada April tahun ini, polisi udah dua kali mengajukan surat perintah penangkapan terhadapnya karena khawatir dia bakal kabur, tapi sayangnya dua-duanya ditolak. Ini yang bikin netizen geram banget sama sistem hukum di negara itu.
Netizen pada kesel banget nih sama kejadian ini. Banyak yang bilang, 'Kok bisa sih surat penangkapannya ditolak? Emang pengadilan kita udah bener?' Ada juga yang bilang, 'Seharusnya dia nggak usah dibebasin dari awal! Orang kayak gitu harusnya dikasih pelajaran biar nggak berani ngelakuin hal yang sama lagi.' Intinya, banyak yang kecewa sama keputusan pengadilan yang dianggap nggak adil.
Korban mengalami luka parah permanen, termasuk pendarahan otak. Ngeri banget!