counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Gawat! Pemerintah Korea Gaspol Berantas Bullying di Sekolah, Pelaku Auto Gak Bisa Masuk Kuliah!

18 November 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Gawat! Pemerintah Korea Gaspol Berantas Bullying di Sekolah, Pelaku Auto Gak Bisa Masuk Kuliah!

Korea Selatan sekarang punya aturan baru nih yang super keren! Jadi, para pelaku bullying yang punya rekam jejak kekerasan di sekolah, auto gak bisa masuk kuliah! Kebijakan ini langsung dapet pujian dari banyak orang. Mantap!

Ilustrasi
Ilustrasi. | daeryunlaw-school.com

Mulai tahun 2025 ini, semua kampus di Korea Selatan wajib banget mempertimbangkan riwayat kekerasan di sekolah sebagai salah satu faktor penting dalam penerimaan mahasiswa baru. Tahun 2024 lalu aja, pas kebijakan ini masih opsional, udah ada 134 kampus yang nolak mentah-mentah calon mahasiswa yang pernah terlibat bullying. Dari 397 pendaftar yang datanya diperiksa, 298 orang (75%) langsung dicoret! Nah, sekarang kebijakannya udah wajib, jadi kemungkinan besar angka penolakan bakal makin tinggi nih!

Menurut laporan dari Seoul Shinmun, yang datanya diambil dari 134 kampus dari total 193 universitas di Korea Selatan, tiga dari empat siswa yang punya catatan kekerasan di sekolah, auto ditolak masuk kuliah. Pas jalur undangan, 272 dari 370 siswa (73.5%) kena reject. Pas jalur reguler, lebih parah lagi! 26 dari 27 siswa (96.3%) gagal masuk. Bahkan, kampus-kampus top kayak Seoul National University, Yonsei University, dan Sungkyunkwan University juga gak pandang bulu! Mereka juga nolak calon mahasiswa yang ketahuan pernah bullying di sekolah.

Kampus Seoul National University
Kampus Seoul National University | snunews.com

Kebijakan ini muncul gara-gara kesadaran publik makin tinggi setelah drama Korea Netflix yang lagi hits banget, yaitu 'The Glory', dan juga kasus pengunduran diri calon Kepala Investigasi Nasional, Jeong Soon Shin, gegara skandal bullying yang dilakuin anaknya di sekolah. Akhirnya, Kementerian Pendidikan memutuskan buat ngasih sanksi tegas di proses penerimaan mahasiswa baru dengan ngurangin poin bagi para pelaku bullying.

Kekerasan di sekolah sekarang dikategorikan dari Level 1 sampai 9, tergantung tingkat keseriusannya. Level 1 sampai 3 (cuma dihukum dengan minta maaf tertulis atau kerja bakti di sekolah) dianggap ringan dan dihapus dari catatan siswa setelah selesai, jadi kampus gak bisa ngeliatnya. Beda sama Level 4 (kerja sosial) dan 5 (pendidikan khusus atau konseling) yang tetep ada di catatan selama dua tahun setelah lulus. Level 6 (skorsing), 7 (pindah kelas), dan 8 (pindah sekolah) tetep ada selama empat tahun. Level 9 (dikeluarin dari sekolah) bahkan disimpan permanen! Nah, Level 4 sampai 9 ini yang bisa diliat sama kampus pas penerimaan mahasiswa baru.

The Glory
"The Glory" | Netflix

Banyak netizen Korea yang berharap kebijakan baru ini bisa bikin jera para pelaku bullying di sekolah. Tapi, ada juga yang khawatir kalo para pelaku bullying bakal nyari cara yang lebih licik buat nge-bully atau malah ada kejadian kecil yang dihukum terlalu berat.

Komentar Netizen
| theqoo
  • "Mikir dong sebelum nge-bully!"
  • "Berani-beraninya mau masuk universitas bagus abis nge-bully orang lain... Mimpi kali!"
  • "Good!"
  • "Makanya jadi orang bener!"
  • "Bagus, bagus!"
  • "Ini baru namanya keadilan!"
  • "Jadi poinnya dikurangin ya... Kira-kira para pelaku bullying bakal makin pinter ngumpet atau malah nahan diri demi masa depan mereka ya?"
  • "Itu yang pantes mereka dapetin!"
  • "Good!"
  • "Wah, ini berita bikin semangat banget!"

Industri hiburan Korea juga lagi rame nih sama kasus seleb yang dituduh pernah jadi pelaku bullying di sekolah. Penasaran gimana kelanjutannya? Cek beritanya di Koreaboo (Teks Link: www.koreaboo.com/news/jo-byunggyu-cho-byeongkyu-loses-school-bullying-lawsuit-accuser/).

Sumber: Seoul Shinmun (Teks Link: www.seoul.co.kr/news/society/2025/11/17/20251117500392) dan theqoo (Teks Link: theqoo.net/hot/3995137840)

Ringkasan

"Wah, ini berita bikin semangat banget!"

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru