
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Korea Selatan sekarang punya aturan baru nih yang super keren! Jadi, para pelaku bullying yang punya rekam jejak kekerasan di sekolah, auto gak bisa masuk kuliah! Kebijakan ini langsung dapet pujian dari banyak orang. Mantap!

Mulai tahun 2025 ini, semua kampus di Korea Selatan wajib banget mempertimbangkan riwayat kekerasan di sekolah sebagai salah satu faktor penting dalam penerimaan mahasiswa baru. Tahun 2024 lalu aja, pas kebijakan ini masih opsional, udah ada 134 kampus yang nolak mentah-mentah calon mahasiswa yang pernah terlibat bullying. Dari 397 pendaftar yang datanya diperiksa, 298 orang (75%) langsung dicoret! Nah, sekarang kebijakannya udah wajib, jadi kemungkinan besar angka penolakan bakal makin tinggi nih!
Menurut laporan dari Seoul Shinmun, yang datanya diambil dari 134 kampus dari total 193 universitas di Korea Selatan, tiga dari empat siswa yang punya catatan kekerasan di sekolah, auto ditolak masuk kuliah. Pas jalur undangan, 272 dari 370 siswa (73.5%) kena reject. Pas jalur reguler, lebih parah lagi! 26 dari 27 siswa (96.3%) gagal masuk. Bahkan, kampus-kampus top kayak Seoul National University, Yonsei University, dan Sungkyunkwan University juga gak pandang bulu! Mereka juga nolak calon mahasiswa yang ketahuan pernah bullying di sekolah.

Kebijakan ini muncul gara-gara kesadaran publik makin tinggi setelah drama Korea Netflix yang lagi hits banget, yaitu 'The Glory', dan juga kasus pengunduran diri calon Kepala Investigasi Nasional, Jeong Soon Shin, gegara skandal bullying yang dilakuin anaknya di sekolah. Akhirnya, Kementerian Pendidikan memutuskan buat ngasih sanksi tegas di proses penerimaan mahasiswa baru dengan ngurangin poin bagi para pelaku bullying.
Kekerasan di sekolah sekarang dikategorikan dari Level 1 sampai 9, tergantung tingkat keseriusannya. Level 1 sampai 3 (cuma dihukum dengan minta maaf tertulis atau kerja bakti di sekolah) dianggap ringan dan dihapus dari catatan siswa setelah selesai, jadi kampus gak bisa ngeliatnya. Beda sama Level 4 (kerja sosial) dan 5 (pendidikan khusus atau konseling) yang tetep ada di catatan selama dua tahun setelah lulus. Level 6 (skorsing), 7 (pindah kelas), dan 8 (pindah sekolah) tetep ada selama empat tahun. Level 9 (dikeluarin dari sekolah) bahkan disimpan permanen! Nah, Level 4 sampai 9 ini yang bisa diliat sama kampus pas penerimaan mahasiswa baru.

Banyak netizen Korea yang berharap kebijakan baru ini bisa bikin jera para pelaku bullying di sekolah. Tapi, ada juga yang khawatir kalo para pelaku bullying bakal nyari cara yang lebih licik buat nge-bully atau malah ada kejadian kecil yang dihukum terlalu berat.

Industri hiburan Korea juga lagi rame nih sama kasus seleb yang dituduh pernah jadi pelaku bullying di sekolah. Penasaran gimana kelanjutannya? Cek beritanya di Koreaboo (Teks Link: www.koreaboo.com/news/jo-byunggyu-cho-byeongkyu-loses-school-bullying-lawsuit-accuser/).
Sumber: Seoul Shinmun (Teks Link: www.seoul.co.kr/news/society/2025/11/17/20251117500392) dan theqoo (Teks Link: theqoo.net/hot/3995137840)
"Wah, ini berita bikin semangat banget!"