counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Gejolak Minyak Bumi: BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi

23 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Gejolak Minyak Bumi: BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah berada dalam fase krusial. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah tipis 0,09 persen yang turut diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai kurang lebih Rp 1,11 triliun.

Beberapa saham berkapitalisasi besar yang paling banyak dilepas oleh asing di antaranya adalah DSSA, BBRI, ASII, AMMN, dan TPIA.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan bahwa arah pergerakan IHSG ke depan akan sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level support saat ini.

Jika IHSG kuat bertahan di atas rentang support 6.300 hingga 6.330, indeks memiliki potensi untuk melanjutkan tren kenaikan jangka menengah (middle term) menuju level 6.700 hingga 6.850.

Namun, pelaku pasar diimbau untuk berhati-hati apabila indeks kembali tembus (break) di bawah level 6.300, karena berpotensi memicu koreksi lanjutan hingga ke kisaran level 6.000. Untuk perdagangan hari ini, support IHSG diperkirakan berada di kisaran 6.250–6.300, sementara level resistance berada di rentang 6.380–6.480.

Wall Street Tertekan Lonjakan Harga Minyak

Sementara itu, dari bursa global, indeks-indeks saham utama di Wall Street kompak ditutup melemah pada perdagangan Rabu (22/7). Indeks S&P 500 terkoreksi 0,14 persen, Nasdaq Composite melemah 0,57 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun moderat sebesar 0,01 persen.

Pelemahan ini utamanya didorong oleh lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent melonjak ke US$ 94,07 per barel setelah sempat menyentuh angka US$ 95, sedangkan minyak mentah WTI berada di level US$ 86,83 per barel.

Kenaikan tajam harga minyak ini dipicu oleh serangkaian serangan militer Amerika Serikat yang ke-11 secara berturut-turut terhadap Iran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington masih membuka ruang negosiasi, namun menilai pihak Iran belum menunjukkan iktikad serius.

"Jika mereka serius, kami juga serius. Jika tidak, kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami dan sekutu kami," tegas Rubio.

Ia juga memastikan militer AS akan terus menjaga keamanan Selat Hormuz sebagai salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.

Kondisi geopolitik dan lonjakan harga energi ini kembali memantik kekhawatiran pasar akan tingginya laju inflasi, yang pada gilirannya meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dan kembali menaikkan suku bunga.

Selain isu makroekonomi, fokus investor AS juga tengah tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal kedua dari raksasa teknologi seperti Alphabet, Tesla, IBM, ServiceNow, dan Texas Instruments.

Di kawasan Asia, bursa saham bergerak bervariasi (mixed) mengikuti jejak pergerakan Wall Street. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,18 persen, berbanding terbalik dengan indeks Topix yang naik 0,45 persen.

Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,74 persen, sementara Kosdaq melemah 0,30 persen. Pada pasar lainnya, Hang Seng Hong Kong turun 0,95 persen dan CSI 300 China melemah 0,46 persen, sedangkan Taiex Taiwan melesat 1,34 persen dan ASX 200 Australia bertambah 0,34 persen.

© 2026 suara.com - All Rights Reserved.

Mau notif berita penting & breaking news dari kami?

Ringkasan

Gejolak Minyak Bumi: BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi, Pahami Latar Belakang, Analisis, dan Prediksi Ke depan

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru