counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Gelombang Kontroversi Terhadap SM Entertainment Menggunakan AI

09 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Gelombang Kontroversi Terhadap SM Entertainment Menggunakan AI

Berita kontroversi terbaru muncul dalam industri musik Korea, tepatnya terkait dengan SM Entertainment, salah satu label musik terbesar di Korea Selatan. Sebuah rumor muncul yang menyatakan bahwa Red Velvet, girl group yang diproduksi oleh SM Entertainment, menggunakan AI dalam produksi teaser image untuk comeback mereka yang akan datang.

Rumor ini muncul setelah beberapa penggemar menemukan logo Gemini AI dalam salah satu teaser image. Logos tersebut kemudian membuat banyak spekulasi bahwa AI telah digunakan dalam produksi teaser image itu sendiri. Spekulasi ini kemudian memicu kritik dari penggemar-penggemar yang menyatakan bahwa SM Entertainment seharusnya memperhatikan kualitas karya seni yang dibuat.

Salah satu penggemar, @streamtheonly, menulis dalam Twitter, 'Ini sungguh-sungguh sangat mengecewakan… jika bukan perusahaan ini, setidaknya orang-orang yang bekerja pada Center 3 itu harus menghargai seni yang mereka lakukan, mereka bisa melakukannya tanpa AI. Ada alasan kuat untuk menggunakan AI sekarang.'

Alasan lain yang menyatakan bahwa SM Entertainment mungkin akan beralih menggunakan AI dalam produksi musik mereka karena alasan biaya, seperti yang disebutkan oleh @Ellieeiee, 'Kalian sungguh-sungguh mengira SM membayar para seniman mandiri? Ada alasan mengapa mereka telah mencuri secara berkali-kali, bukannya membayar. Mereka tidak memiliki rasa hormat terhadap Seni dan Seniman.'

Walaupun beberapa penggemar menyatakan bahwa mereka tidak akan menerima bahwa AI digunakan dalam proses produksi musik, namun belum ada konfirmasi resmi dari SM Entertainment atau tim kreatif yang memproduksi teaser image tersebut. Perusahaan telah menghapus foto itu dan menggantinya dengan versi tanpa logo AI.

Di masa mendatang, pertanyaan yang mengambang adalah bagaimana SM Entertainment akan menangani isu ini, apakah mereka akan beralih sepenuhnya ke penggunaan AI atau akan kembali ke proses produksi tradisional. Jika mereka benar-benar menggunakan AI dalam karya mereka, bagaimana itu dapat mempengaruhi industri musik Korea dan apakah hal ini dapat menjadi standar baru dalam produksi musik.

Menurut beberapa analisis sebelumnya, SM Entertainment telah memiliki rencana untuk meningkatkan keterampilan digital mereka, dan penggunaan AI adalah salah satu dari beberapa teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi musik.

Red Velvet sekarang telah menjadi contoh nyata mengapa penggunaan AI dapat mempengaruhi dunia hiburan. Banyak kontroversi yang muncul dalam beberapa tahun terakhir terkait dengan penggunaan AI dalam produksi musik, dan Red Velvet adalah salah satu contoh yang paling terkenal.

Terlebih lagi, Red Velvet telah menjadi salah satu grup vokal wanita terpopuler di Korea Selatan, dengan sukses menempati peringkat pertama di beberapa kategori, termasuk album dan singel terlaris, penerimaan penghargaan bergengsi, dan konser yang sukses. Maka, penggunaan AI dalam produksi musik Red Velvet memiliki potensi signifikan dalam mempengaruhi masa depan grup ini dan industri musik Korea secara keseluruhan.

Sebagai tambahan, Red Velvet tidak hanya mencerminkan keunggulan Korea dalam bidang musik, tetapi juga kemampuan mereka untuk berinovasi dan mengekspresikan diri melalui musik. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah mereka akan terus berinovasi dengan menggunakan AI atau akan kembali ke proses produksi tradisional.

Ringkasan

Mereka menghapusnya kemudian.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru