
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Gelombang Korea, atau Hallyu, mencapai $19 miliar dalam ekspor tahun lalu, dengan ekspor musik melonjak 84 persen dari tahun sebelumnya, menurut laporan oleh Yayasan Pertukaran Kebudayaan Internasional Korea dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Laporan yang dirilis pada hari Senin, berjudul "Studi tentang Ekosistem Hallyu," memperkirakan bahwa dampak ekonomi Gelombang Korea tumbuh pada tahun 2025 untuk mencapai $18,98 miliar dalam ekspor, naik 15,9 persen dari tahun 2024.
Di antara ekspor konten, yang tumbuh 14,2 persen secara keseluruhan, game tetap menjadi kategori terbesar meskipun mengalami penurunan 8 persen, dengan total $7,83 miliar. Musik menduduki peringkat kedua dengan pertumbuhan dramatis sebesar 84 persen menjadi $3,1 miliar. Ekspor siaran juga meningkat 29,7 persen menjadi $1,6 miliar.
Laporan tersebut mengaitkan kesuksesan besar "KPop Demon Hunters," dan perluasan layanan personalisasi berbasis AI, yang mempercepat pertumbuhan fandom global. Trend seperti itu juga meningkatkan ekspor barang konsumsi seperti makanan Korea dan kecantikan, serta pariwisata.
Laporan tersebut melakukan survei terhadap 27.400 konsumen berusia 15 hingga 59 tahun di 30 negara, dengan distribusi gender yang sama. Semua responden familiar dengan Korea dan telah mengonsumsi setidaknya satu konten budaya Korea, termasuk serial TV, film, musik, animasi, game, buku, kecantikan, dan fashion.
Peringkat gambaran rata-rata Korea naik sedikit menjadi 3,8 dari 5, naik dari 3,7 tahun sebelumnya. Responden di Indonesia, India, UAE, Arab Saudi, dan Mesir memberikan Korea skor rata-rata 4,0, sedangkan responden di Jepang (3,1), Cina (3,4), Taiwan (3,5), dan Italia (3,5) memberikan skor yang relatif lebih rendah.
Wanita berusia 10, 20, dan 30 tahun merupakan mayoritas dalam mengonsumsi konten K-diverifikasi dan menghabiskan lebih banyak waktu mengonsumsinya. Namun, pria berusia 20 dan 30 tahun menghabiskan lebih banyak setiap bulan, pola yang tidak berubah dari studi tahun 2024. Laporan tersebut mengomentari bahwa pengeluaran pada produk kecantikan tidak termasuk dalam analisis, sedangkan pengeluaran pada game termasuk.
Untuk memahami dampak besar dari Hallyu, penting untuk memahami latar belakangnya. Hallyu, yang berarti "Gelombang Korea," merujuk pada penyebaran budaya Korea di seluruh dunia, termasuk musik, film, drama, dan makanan. Fenomena ini mulai terlihat pada awal 2000-an dan telah berkembang pesat sejak itu, dengan penggemar dari berbagai belahan dunia.
Salah satu faktor yang berkontribusi pada kesuksesan Hallyu adalah strategi pemasaran yang efektif. Industri hiburan Korea telah berhasil menciptakan citra yang kuat dan menarik, yang mampu menarik perhatian penggemar dari berbagai usia dan latar belakang. Selain itu, penggunaan media sosial dan platform digital lainnya telah memungkinkan artis dan produsen Korea untuk menyebarkan konten mereka ke seluruh dunia dengan mudah dan efisien.
Di samping itu, Hallyu juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Ekspor konten Korea, seperti musik dan drama, telah menjadi sumber pendapatan yang penting bagi negara. Selain itu, pariwisata juga meningkat, dengan banyak penggemar yang mengunjungi Korea untuk mengalami budaya dan menyaksikan pertunjukan langsung.
Masih banyak lagi yang dapat dipelajari dari fenomena Hallyu. Dengan memahami latar belakang, strategi pemasaran, dan dampak ekonomi, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih baik tentang bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan besar dalam menghubungkan orang-orang dan menciptakan kesadaran global.
Secara keseluruhan, Hallyu telah menjadi fenomena yang sangat penting dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak yang signifikan pada ekonomi, budaya, dan masyarakat. Dengan memahami lebih lanjut tentang Hallyu, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih baik tentang bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan besar dalam menghubungkan orang-orang dan menciptakan kesadaran global.
Gelombang Korea, atau Hallyu, mencapai $19 miliar dalam ekspor tahun lalu, dengan ekspor musik melonjak 84 persen dari tahun sebelumnya, menurut laporan oleh Yayasan Pertukaran Kebudayaan Internasional Korea dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.