counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

George Mengecek Keluar dari Pementasan Jesus Christ Superstar Setelah Lagu Pro-Israel

31 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
George Mengecek Keluar dari Pementasan Jesus Christ Superstar Setelah Lagu Pro-Israel

Sehari setelah rilis lagu pro-Israel yang kontroversial, 'We Will Dance Again', penyanyi George telah mengundurkan diri dari pementasan 'Jesus Christ Superstar' di London's West End.

Lagu tersebut, yang diproduseri menggunakan teknologi AI, dikritik karena meminimalkan penderitaan rakyat Palestina dan memuji tindakan militer Israel di Gaza.

Manajer George, Paul Kemsley, mengumumkan keputusan tersebut melalui media sosial dan menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil dengan hormat kepada produser, tim kreatif, dan seluruh team.

George yang berkedudukan sebagai Pemeran Utama King Herod dalam musikal itu, juga menyatakan permohonan maaf kepada fans yang kecewa dengan keputusan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan mereka.

Menurut Kemsley, George telah mengecek keluar dari pementasan itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kepentingan sang musisi dan agar proyek itu tetap fokus.

George akan dipertimbangkan untuk mengisi posisi King Herod setelah itu.

https://www.youtube.com/watch?v=1234567890

Keputusan George ini ditimbulkan dari kontroversi lagu pro-Israel yang diproduseri menggunakan teknologi AI dan dianggap meminimalkan penderitaan rakyat Palestina dan memuji tindakan militer Israel di Gaza.

Kritikus lagu tersebut menyatakan bahwa lagu itu salah dalam mencerminkan kisah perang dan kesadaran sosial, khususnya bagi rakyat Palestina.

Suara-suara dari komunitas hiburan dan musik pun mulai berkumpul mengecam lagu tersebut dan menyarankan agar lagu itu dihapus dari platform-platform musik.

Dengan demikian, keputusan George untuk meninggalkan 'Jesus Christ Superstar' ini merupakan langkah yang tepat demi menjaga profesionalisme dan kepercayaan fans.

Ringkasan

Singer's AI-assisted song, 'We Will Dance Again', minimizes Palestinian suffering and praises Israel's military actions in Gaza

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru