counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Grup Vokal Wanita HYBE Terlibat Skandal Plagiat Setelah Produser BABYMONSTER Mengungkap Kesamaan

09 Agustus 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Grup Vokal Wanita HYBE Terlibat Skandal Plagiat Setelah Produser BABYMONSTER Mengungkap Kesamaan

Perusahaan hiburan terkenal HYBE saat ini tengah menghadapi kontroversi besar di internet terkait grup vokal wanita terbaru mereka, TUIDE. Grup ini baru-baru ini merilis video musik dan pertunjukan untuk lagu 'GRLS', yang merupakan trek dari mini album debut mereka 'TUNE & PLAY' yang akan dirilis pada 24 Agustus mendatang.

Setelah rilis, produser bernama Ricky Luna, yang pernah bekerja sama dengan grup BABYMONSTER pada beberapa lagu, membagikan sebuah cerita di media sosial tentang kemiripan antara lagu 'Meet My GRLS' dengan sebuah demo yang dia buat pada bulan April. Ia mempertanyakan apakah kemiripan ini hanya kebetulan atau ada kesalahan.

Postingan tersebut segera menjadi viral, dengan banyak warganet menuduh HYBE melakukan plagiat terhadap produser. Banyak penggemar dan pengguna media sosial yang membagikan pendapat mereka tentang skandal ini, dengan beberapa orang menyatakan bahwa HYBE tidak pernah bebas dari tuduhan plagiat dan pencurian.

Meskipun demikian, Ricky Luna kemudian membagikan klarifikasi bahwa dia tidak bermaksud mengatakan bahwa lagu tersebut plagiat. Ia hanya mengungkapkan kekhawatiran tentang kemungkinan demo-nya bocor dan ingin mendengar pendapat rekan-rekannya di industri musik.

Penggemar TUIDE juga membela grup tersebut dengan menyatakan bahwa lagu-lagu mereka kemungkinan besar sudah final pada tahun lalu, jauh sebelum demo Ricky Luna dibuat. Mereka menekankan bahwa tuduhan plagiat tidak adil terhadap produser yang telah bekerja keras untuk menciptakan lagu tersebut.

Beberapa penggemar juga merasa bahwa kedua lagu tersebut sebenarnya tidak terlalu mirip, dan kesamaan antara keduanya, yaitu kata 'girls' dan beat house, terlalu umum untuk dianggap sebagai plagiat. Mereka berpendapat bahwa HYBE dan TUIDE tidak bersalah dalam kasus ini.

Sementara itu, TUIDE juga menghadapi tuduhan bahwa mereka meniru grup NewJeans. Banyak warganet yang membandingkan gaya dan konsep grup tersebut dengan NewJeans, dan menyatakan bahwa TUIDE melakukan plagiarisme. Namun, penggemar TUIDE membela grup tersebut dengan menyatakan bahwa TUIDE memiliki ciri khas dan gaya unik mereka sendiri.

Skandal plagiat ini telah memicu debat panas di kalangan penggemar K-pop dan warganet. Banyak orang yang mempertanyakan etika dan profesionalisme HYBE dalam mengelola grup-grup mereka dan menciptakan konten musik. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana industri musik harus menangani plagiat dan pencurian karya, serta bagaimana melindungi hak cipta para pencipta lagu.

Dalam dunia musik, plagiat dan pencurian karya adalah masalah serius yang dapat merusak reputasi dan karier seorang artis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dan investigasi yang seksama untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini. HYBE dan TUIDE perlu memberikan penjelasan yang jelas dan transparan tentang skandal ini untuk memulihkan kepercayaan penggemar dan masyarakat.

Kasus ini juga menunjukkan betapa pentingnya kesadaran dan edukasi tentang hak cipta dan plagiat di kalangan masyarakat, terutama di kalangan para artis dan produser musik. Dengan demikian, kita dapat mencegah kasus-kasus serupa di masa depan dan mempromosikan keadilan serta kejujuran dalam industri musik.

Ringkasan

Warganet percaya bahwa hal ini dilakukan dengan sengaja.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru