counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Hari Anak Nasional 2026, UNICEF Soroti Pentingnya Ruang Aman Anak

23 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Hari Anak Nasional 2026, UNICEF Soroti Pentingnya Ruang Aman Anak

UNICEF menyambut baik peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi Pemerintah Indonesia sebagai langkah memperkuat perlindungan anak dari kekerasan. Inisiatif tersebut dinilai tidak hanya membutuhkan regulasi dan layanan yang kuat, tetapi juga lingkungan yang aman di rumah, sekolah, ruang bermain, hingga ruang digital.

Pernyataan itu disampaikan Maniza Zaman Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, dalam momentum Hari Anak Nasional 2026 yang diperingati hari ini, 23 Juli. Pada kesempatan ini, UNICEF menekankan bahwa melindungi anak dari kekerasan tidak hanya memerlukan undang-undang dan layanan yang kuat, tetapi juga lingkungan yang mendukung di tempat anak tinggal, belajar, bermain, dan berinteraksi secara daring.

"Tahun ini, UNICEF menyambut baik Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia, sebuah inisiatif penting yang mengakui bahwa melindungi anak dari kekerasan tidak hanya memerlukan undang-undang dan layanan yang kuat, tetapi juga lingkungan yang mendukung di tempat anak tinggal, belajar, bermain, dan berinteraksi secara daring," ujar Maniza dalam keterangan pers, Kami (23/7/2026).

Menurut UNICEF, Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan hak dan kesejahteraan anak melalui penguatan regulasi, perluasan layanan bagi anak dan keluarga, serta menjadikan perlindungan anak sebagai salah satu prioritas nasional. Hal ini terlihat dari berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia, seperti mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Anak, menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Peningkatan Mutu Pendidikan, dan menginisiasikan Program Perlindungan Anak.

Maniza menilai berbagai langkah tersebut menjadi fondasi penting agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Selain itu, UNICEF juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak dan kesejahteraan anak, serta meningkatkan kerja sama antara pemerintah, lembaga swadharma, dan masyarakat dalam mengelola program perlindungan anak.

PT RADIO FISKARIA JAYA SUARA SURABAYA, Suara Surabaya Media www.suarasurabaya.net adalah portal berita yang berdiri sejak tahun 1999, bagian dari Suara Surabaya Media yang lahir sejak 11 Juni 1983

Menurut laporan UNICEF, ada beberapa tantangan yang belum dapat diatasi dalam melindungi anak dari kekerasan, yaitu adanya stigma masyarakat terhadap anak korban kekerasan, kekurangan sumber daya dan infrastruktur yang memadai untuk mendukung program perlindungan anak, serta minimnya kesadaran masyarakat tentang hak dan kesejahteraan anak.

Bagaimana caranya? UNICEF menyarankan bahwa pemerintah harus meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye kesadaran, meningkatkan kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dan swadharma, serta meningkatkan sumber daya dan infrastruktur yang mendukung program perlindungan anak.

UNICEF juga menekankan pentingnya meningkatkan perlindungan anak di ruang digital, terutama anak-anak yang menggunakan media sosial. "Media sosial menjadi tempat anak-anak berinteraksi, sehingga perlu ada perlindungan yang kuat untuk mengantisipasi ancaman kekerasan di media sosial," kata maniza.

Menurut UNICEF, untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah harus meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dan swadharma, serta meningkatkan sumber daya dan infrastruktur yang mendukung program perlindungan anak.

Ringkasan

Hari Anak Nasional 2026, UNICEF Soroti Pentingnya Ruang Aman Anak Suara Surabaya

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru