
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Veteran girl group I-dle kembali memperkuat keberhasilannya dengan EP ke-9, "We Made", yang menawarkan pengulangan komitmen mereka dalam menulis lagu dasar setelah hampir sembilan tahun bersama. Dengan kelima anggota Miyeon, Minnie, Soyeon, Yuqi, dan Shuhua, mereka memperkenalkan album sebagai proyek "lahir dari refleksi apa yang sebenarnya membuat sebuah lagu baik" dalam sebuah media showcase yang diadakan di Gwangjin-gu, Seoul Timur,.
“Kami membuang banyak waktu bertanya pada diri sendiri apa itu lagu yang baik,” kata Soyeon. “Kami bertanya pada diri sendiri, apakah itu lagu yang sukses secara komersial, atau lagu yang menarik secara menarik, atau lagu yang menceritakan kisah-kisah kami sendiri, bahkan jika tidak terlihat sederhana?”
Soyeon menambahkan bahwa kelima anggota kemudian mengonklusikan bahwa "lagu yang baik adalah lagu dengan esensi yang kuat.”
Philosophy tersebut pertama kali muncul dalam digital single "Mono" pada Januari lalu, dan terus konsisten melalui "We Made," EP pertama I-dle sejak "We Are" yang dirilis sekitar setahun yang lalu.
Pembacaan Soyeon bahwa kelima anggota ingin melibatkan diri dengan lebih baik dalam proses kreatif setelah bertahun-tahun ke dalam bisnis musik ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kelima anggota I-dle telah berusaha membuat musiknya sendiri. Kedatangan EP ini memang menunjukkan bahwa kelima anggota I-dle telah melakukan pengulangan komitmen pada kualitas lagu mereka sekaligus melibatkan diri dalam proses kreatif.
“Kami memperkenalkan lagu-lagu yang diinspirasi oleh sisi lain musim panas,” kata Soyeon tentang lagu "Gimme Dat Love," singel perdana dari EP ini. Lagu ini adalah sebuah lagu pop Latin yang mencerminkan intensitas tarikan antara dua orang yang sedang jatuh cinta. Singel perdana tersebut ditulis oleh Daramola dan Samantha Camara, yang juga dikenal sebagai penulis dan produser lagu untuk artis-artis Latin seperti Anitta, Becky G, dan Jason Derulo.
Selain "Gimme Dat Love," yang telah ditulis oleh Soyeon, ada satu lagi lagu "Love is Pain" yang telah ditulis dan diaranseir oleh Yuqi yang merupakan lagu Balada dengan sentuhan R&B yang menarik. Kelima anggota memang mengatakan bahwa mereka memikirkan mengenai lagu-lagu ini dengan lebih dalam dengan menambahkan sentuhan yang lebih halus. Hal ini juga menunjukkan kesadaran kelima anggota akan pentingnya menulis lagu dengan kejujuran yang murni serta kreativitas yang tinggi agar kualitas musik mereka dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi.
Di tempat lain, kelima anggota juga menjelaskan mengapa mereka memutuskan untuk membuat singel ini, dan apa yang mereka harapkan dari lagu ini.
“Kami memilih untuk memproduksi lagu-lagu yang lebih berwarna dan beragam,” kata mereka. “Gimme Dat Love" adalah lagu yang menampilkan sisi lain musim panas yang dapat menarik orang dengan suasana romantis yang mewah dan keren.
Pada saat yang sama, "Love is Pain" adalah sebuah lagu yang dapat menunjukkan sisi yang kurang dilihat dari musim panas, yaitu kesedihan dan kehilangan dengan sentuhan R&B yang menonjol. Lagu ini memang menunjukkan bahwa kelima anggota I-dle telah melakukan upaya yang sangat keras untuk mengemas lagu-lagu mereka dengan kehalusan dan keragaman yang tinggi.
Pengulangan kreativitas dan kejelian dari kelima anggota pada lagu-lagu ini tentu saja berdampak pada kwalitas musik I-dle.
“Kami merasa bahwa lagu-lagu ini memang menampilkan kejelian dan kreativitas kita, serta menunjukkan bagaimana kami bisa membuat lagu-lagu yang menakjubkan.”
Lagu "Gimme Dat Love" sendiri memiliki lirik yang sangat bagus dan sentuhan yang mewah, dengan irama yang menonjol serta melodi yang romantis. Sementara itu, lagu "Love is Pain" memiliki lirik yang lebih sedih dan kehilangan, dengan sentuhan yang mewah dan R&B yang menonjol. Lagu ini memang menunjukkan bahwa kelima anggota I-dle telah melakukan upaya yang sangat keras untuk mengemas lagu-lagu mereka dengan kehalusan dan keragaman yang tinggi.
Veteran girl group I-dle kembali memperkuat keberhasilannya dengan EP ke-9, "We Made", yang menawarkan pengulangan komitmen mereka dalam menulis lagu dasar setelah hampir sembilan tahun bersama.