counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Ibu Pemuda Madiun Diduga Kabur Saat Tur Ke Korsel Ditagih Rp50 Juta

18 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Ibu Pemuda Madiun Diduga Kabur Saat Tur Ke Korsel Ditagih Rp50 Juta

Seorang ibu, M (56), warga Wungu, Madiun, Jawa Timur, mendakwa didatangi pegawai biro tur yang mengklaim Femas, anaknya, kabur dari rombongan tur di Korea Selatan (Korsel). M berujar uang dari mana diminta oleh petugas biro tur. M juga berkata, uang tersebut bisa digunakan untuk makan sehari-hari saja.

Berikut ini kronologi kejanggalan yang pernah dialami M dalam mengejar anaknya yang hilang. Menurut M, pegawai biro perjalanan, seorang yang mengaku pegawai Imigrasi Madiun, bahkan meminta dirinya tidak menuruti permintaan pihak travel. M menyatakan dirinya tidak bersalah dan tidak mau menghadapi tagihan dari biro travel

M adalah ibu tunggal Femas sejak 2018 dan sekarang sudah berpisah. M masih bekerja pabrik porang musiman dengan gaji sejumlah Rp 60 ribu per hari. M menyatakan bahwa pekerjaan di pabrik porang musiman masih berjalan hingga sekarang. Sebelumnya, M juga membuka toko kios pupuk, tapi sekarang tutup.

Perempuan berinisial M adalah korban pemuda Madiun yang diduga kabur dari Korea Selatan. Pihak Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pihaknya mencermati pemberitaan oknum WNI FY yang diduga menyalahgunakan fasilitas kemudahan masuk ke Korsel. Menurut pernyataan tertulis, FY diduga meninggalkan rombongan tur dan melanggar ketentuan keimigrasian.

Berikut adalah ulasan pernyataan yang diucapkan direktur Perlindungan WNI Kemlu RI. "Tindakan segelintir oknum yang menyalahgunakan fasilitas tersebut sangat disayangkan dan tidak mencerminkan mayoritas WNI yang melakukan perjalanan secara sah dan bertanggung jawab."

Tindakan dari direktur Perlindungan WNI Kemlu RI itu diikuti dengan komentar lanjutan dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul yang memastikan bahwa pemerintah Indonesia tetap meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat antara Indonesia dan Korea Selatan.

Pihak Kemlu dan KBRI Seoul juga akan terus berkomunikasi dengan otoritas Korea Selatan dan mengimbau WNI untuk selalu menaati ketentuan yang berlaku. Dengan demikian hubungan baik di antara kedua negara dapat terus berkembang dengan baik, termasuk di bidang mobilitas masyarakat dan pariwisata.

Tahun lalu, seorang pria Madiun pergi ke Korea selatan untuk berburu hiburan bersama teman-teman, tapi ternyata kabur. Mereka pergi secara bergilir, jadi tidak ada orang yang tahu kapan dan bagaimana mereka berada di sana.

Ringkasan

Pertolongan WNI Madiun Dipersoalkan Saat Tur di Korea Selatan

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru