counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Indonesia Prepares for Potential Moderate El Nino in Mid-2026

10 Juni 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Indonesia Prepares for Potential Moderate El Nino in Mid-2026

Portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berimbang dari seluruh Indonesia.

Gedung TVRI, Jl. Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta

Dapatkan berita terupdate melalui smartphone Anda

© 2026 TVRInews.com - Portal Berita Terpercaya. All Rights Reserved.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Teuku Faisal Fathani menyampaikan pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026 dan perkembangan iklim terkini, termasuk potensi terjadinya fenomena El Nino mulai pertengahan tahun 2026.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers BMKG terkait perkembangan musim kemarau 2026 di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Teuku Faisal mengatakan BMKG secara rutin menyampaikan informasi klimatologi guna mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan, mulai dari pangan, sumber daya air, energi, lingkungan, kehutanan, kebencanaan, hingga perikanan.

“BMKG akan menyampaikan informasi perkembangan musim kemarau tahun 2026 sekaligus pemutakhiran prediksi yang sebelumnya telah dirilis pada Maret lalu,”kata Teuku Faisal dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui YouTube BMKG, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurutnya, BMKG memprediksi fenomena El Nino akan mulai berkembang pada pertengahan 2026 dengan peluang kategori moderat mencapai 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen.

BMKG juga memperkirakan awal musim kemarau 2026 akan terjadi secara bertahap mulai Juni hingga Juli 2026.

Pada Juni 2026, musim kemarau diprediksi mulai terjadi di 198 zona musim atau sekitar 30,6 persen wilayah Indonesia. Sementara pada Juli 2026, musim kemarau diperkirakan meluas ke 66 zona musim atau sekitar 7,26 persen wilayah Indonesia.

Selain itu, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau lebih awal dibandingkan kondisi normal. BMKG mencatat sebanyak 308 zona musim atau sekitar 39,77 persen wilayah diperkirakan memasuki musim kemarau lebih cepat.

Untuk sifat musim kemarau, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di bawah normal. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di 480 zona musim atau sekitar 56,8 persen wilayah Indonesia.

“Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih kering dari biasanya,”jelasnya.

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026 di 369 zona musim atau sekitar 48,84 persen wilayah Indonesia.

Sementara itu, durasi musim kemarau diprediksi lebih panjang dibandingkan rata-rata normal di 437 zona musim atau sekitar 48,77 persen wilayah Indonesia.

Teuku Faisal berharap informasi pemutakhiran prediksi musim kemarau tersebut dapat menjadi acuan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat langkah mitigasi serta strategi adaptasi menghadapi dampak perubahan iklim.

Selain potensi risiko kekeringan, BMKG juga menilai musim kemarau dapat dimanfaatkan untuk berbagai peluang ekonomi, seperti peningkatan produksi hortikultura, produksi garam, hingga hasil tangkapan ikan di sejumlah wilayah perairan yang dipengaruhi fenomena upwelling.

Masuk untuk berkomentar tanpa mengisi nama

Dapatkan berita terbaru langsung ke email Anda

Ringkasan

Get the latest updates on El Nino's potential impact in Indonesia, as predicted by the BMKG.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru