counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Irene dari Red Velvet Terbuka tentang Mengapa Dia tidak Mau menjadi Youtuber

08 Agustus 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Irene dari Red Velvet Terbuka tentang Mengapa Dia tidak Mau menjadi Youtuber

Pada tanggal 7 Agustus, channel YouTube I Am Lee Hyeri menerbitkan video yang menampilkan Irene, Seulgi, dan Yeri dari grup musik Red Velvet. Lee Hyeri menyebutkan bahwa Seulgi memiliki channel YouTube sendiri dan mengatakan bahwa dia sering menonton video milik Seulgi. Seulgi menjawab bahwa dia mengunggah video satu kali seminggu.

Lee Hyeri kemudian mengunggah bahwa dia juga mengupload video satu kali seminggu dan menyatakan bahwa itu tidaklah mudah. Dia kemudian menyentuh tangan Seulgi dan mengungkapkan belasungkawannya. Seulgi mengungkapkan bahwa dia juga banyak menonton video Lee Hyeri.

Seulgi kemudian mengunggah bahwa dia merasa lega karena bisa meraih sambutan yang baik dari penontonnya dan mengatakan bahwa itu membuatnya semangat untuk terus membuat konten.

Saat itu, Lee Hyeri juga bertanya kepada Irene tentang apakah Irene pernah menerima pengakuan atas kemampuan membuat konten di YouTube. Irene mengatakan bahwa sebenarnya dia tidak bisa membuat konten sebaik Seulgi, karena dia lebih suka tidur atau merekam video untuk grup. Irene mengatakan bahwa dia tidak pernah menyetujui bahwa dia bisa membuat konten sendiri, dan dia juga tidak pernah terasa semangat untuk melakukannya.

Hyeri kemudian bertanya kepada Irene tentang mengapa dia tidak bisa membuat konten. Irene mengakui bahwa dia menganggap hal itu sebagai kekurangan dirinya. Irene mengatakan bahwa dia merasa tidak nyaman mengunggah video sendiri dan lebih suka mengunggah video yang dia buat untuk grup. Dia juga mengatakan bahwa dia lebih suka fokus sebagai anggota grup musik daripada membuat konten sendiri.

Hyeri kemudian mengunggah bahwa dia merasa bangga dengan kemampuan Seulgi dalam membuat konten dan mengatakan bahwa dia merasa semangat untuk terus mencari inspirasi dari Seulgi. Irene kemudian mengatakan bahwa dia sendiri merasa bangga dengan kemampuan Seulgi dan mengatakan bahwa dia ingin terus menimba ilmu dari Seulgi.

Hal ini menunjukkan bahwa Irene dan Seulgi memiliki perbedaan yang jelas dalam membuat konten di YouTube. Sementara Seulgi merasa bangga dengan kemampuan membuat konten dan ingin terus meningkatkan diri, Irene tidak pernah terasa semangat untuk melakukannya. Hal ini juga menunjukkan bahwa Irene lebih suka fokus sebagai anggota grup musik daripada membuat konten sendiri.

Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa perbedaan yang ada antara Irene dan Seulgi dalam membuat konten di YouTube tidak hanya terkait dengan kemampuan atau semangat, tetapi juga dengan kebutuhan dan prioritas. Irene lebih suka fokus sebagai anggota grup musik, sedangkan Seulgi ingin terus meningkatkan diri dalam membuat konten. Kita dapat melihat bahwa perbedaan ini tidak hanya ada di antara Irene dan Seulgi, tetapi juga di antara artis-artis lainnya.

Dengan penjelasan ini, kita dapat melihat bahwa perbedaan yang ada antara Irene dan Seulgi dalam membuat konten di YouTube bukanlah kekurangan, tetapi kelebihan masing-masing individu. Kita dapat menilai bahwa Irene lebih suka fokus sebagai anggota grup musik dan ingin terus meningkatkan diri dalam bidang itu. Sebaliknya, Seulgi lebih suka membuat konten dan ingin terus meningkatkan diri dalam bidang itu. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa perbedaan yang ada antara Irene dan Seulgi tidaklah berarti, tetapi malah kelebihan masing-masing individu.

Menjelaskannya dengan lebih detail dan mendalam seperti, apakah sebenarnya yang menyebabkan Irene tidak bisa menjadi Youtuber sebagaimana Seulgi? Menurut Irene, dia menganggap bahwa Seulgi lebih suka menggunakan fasilitas di mana-mana seperti peralatan video dan alat bantu lainnya serta lebih suka mengabadikan momen penting seperi konsert. Dengan demikian, hal ini membuat Seulgi lebih suka membuat konten dibandingkan Irene. Selain itu, Irene menambahkan bahwa Seulgi tidak pernah ragu-ragu untuk meminta bantuan kepada dirinya sendiri dalam hal membuat konten sebaliknya Irene lebih suka mengembangkan keterampilannya sendiri sebagai seorang musisi.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa perbedaan yang ada antara Irene dan Seulgi dalam membuat konten di YouTube tidak hanya terkait dengan kemampuan atau semangat, tetapi juga dengan kebutuhan dan prioritas. Irene lebih suka fokus sebagai anggota grup musik, sedangkan Seulgi ingin terus meningkatkan diri dalam membuat konten. Dengan penjelasan ini, kita dapat melihat bahwa perbedaan yang ada antara Irene dan Seulgi bukanlah kekurangan, tetapi kelebihan masing-masing individu. Irene lebih suka fokus sebagai anggota grup musik dan ingin terus meningkatkan diri dalam bidang itu, sedangkan Seulgi lebih suka membuat konten dan ingin terus meningkatkan diri dalam bidang itu.

Ringkasan

Irene, Seulgi, dan Yeri dari Red Velvet terungkap tentang perbedaan mereka dalam membuat konten di YouTube. Apakah mereka bisa dianggap sebagai youtuber?

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru