
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Penyanyi yang ngaku pernah dilecehin sama Jason Derulo, terus diperlakuin nggak enak pas nolak, sekarang ngelanjutin lagi kasusnya yang dulu udah ditolak. Dia ngegugat si artis yang lagunya platinum itu sama Atlantic Records di New York.
Emaza Gibson, yang lebih dikenal dengan nama Emaza Dilan, pertama kali ngegugat Derulo sama Atlantic di Los Angeles, Oktober 2023 lalu. Tapi, hakim di California nolak gugatannya karena Gibson udah tanda tangan kontrak yang nyebutin semua masalah hukum harus diselesaiin di pengadilan New York. Sekarang, Gibson ngegugat lagi di pengadilan Manhattan, Kamis kemarin. Isi gugatannya sama, tapi sekarang dia pake hukum New York buat nuduh diskriminasi, bales dendam, lingkungan kerja yang nggak enak, ngelanggar kontrak, sama bikin dia depresi berat.
"Kasus ini bermula dari perjanjian rekaman yang berantakan karena pelecehan seksual yang parah, janji-janji palsu, dan sabotase karir sebagai balasan," gitu kata gugatan setebal 49 halaman yang didapetin sama Rolling Stone. "Awalnya kayak kesempatan emas, eh malah jadi mimpi buruk karena pelecehan seksual dan intimidasi."
Di gugatan yang baru ini, Gibson, 27 tahun, bilang Derulo ngehubungin dia lewat DM di Agustus 2021. Katanya, Derulo pengen ngontrak dia buat joint venture barunya yang ngehubungin Atlantic Records sama labelnya sendiri, Future History. Gibson juga bilang Derulo, 35 tahun, janji bakal jadi mentornya dan ngajak dia kolaborasi di beberapa album. Gibson seneng banget karena Derulo mau "manfaatin ketenarannya buat ngenalin dia ke dunia musik."
Gibson bilang hubungan profesional mereka berubah pas Derulo maksa dia minum alkohol bareng pas meeting malem-malem. Terus, Derulo juga ngasih komentar yang nggak senonoh ke dia di tanggal 2 November 2021. Gibson nuduh Derulo bilang kalo dia pengen "sukses" di industri musik, dia harus ikut "ritual seks." Gibson nolak, dan abis itu Derulo jadi "nggak tertarik dan cuek."
Pengacara Derulo, Future History, Atlantic, dan manajer Derulo, Frank Harris, nggak ngasih komentar apa-apa. Derulo sebelumnya udah ngebantah semua tuduhan Gibson di Instagram. Dia bilang semua tuduhan itu "bohong banget dan nyakitin."
Gibson jelas nggak nyerah sama gugatan barunya ini. "Derulo nyalahgunain kekuasaannya, nyindir kalo kesuksesan penggugat tergantung sama partisipasinya di ritual seks yang ngerendahin dan pake kokain," gitu kata gugatan di New York. "Pas penggugat nolak Derulo dan ngeluh soal kelakuannya, para terdakwa malah bales dendam dengan narik dukungan, nunda rilis musiknya, dan akhirnya mutusin kontraknya dengan alasan yang dibuat-buat."
Gugatan itu juga nyebutin kalo Derulo "ngintimidasi secara fisik" Gibson "dengan nyamperin dia dan ngebentak dia tanpa sebab." Gibson bilang Derulo "sengaja nyabotase mimpinya dan karirnya pas dia nggak mau berhubungan seks, penyalahgunaan kekuasaan yang mungkin dianggap menjijikkan sama orang-orang."
Ngobrol sama Rolling Stone pas dia pertama kali ngajuin gugatan di tahun 2023, Gibson bilang pengalamannya sama Derulo ngehancurin mimpinya. "Ini berat banget buat aku. Nyanyi itu cita-citaku dari kecil. Jason itu salah satu artis favoritku di dunia pop. Aku nerima tawaran ini, eh malah orang yang aku kagumi malah bikin aku trauma," katanya.
Dalam pernyataan di Instagram-nya, Derulo bilang dia "ngelawan semua bentuk pelecehan" dan tetep "berkomitmen buat dukung orang-orang yang ngejar mimpinya" di industri hiburan. "Aku selalu berusaha buat jalanin hidupku dengan cara yang positif, dan itu kenapa aku tersinggung banget sama tuduhan yang nyemarin nama baikku ini," katanya.
Emaza Gibson bilang ke Rolling Stone kalau dia merasa hancur banget gegara kasus ini. Jason Derulo sendiri ngeyel dan bilang semua tuduhan itu nggak bener.