
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Freestyle Jay-Z di Roots Picnic kemarin bukan cuma sekadar diss track live biasa. Ini jadi pengingat kalau posisi dia sekarang itu unik banget: dia masih salah satu rapper paling jago secara teknis, tapi di sisi lain dia juga seorang taipan bisnis yang omongannya punya power selevel ruang rapat direksi. Penampilannya yang kayaknya nyindir Tony Buzbee, Drake, Ye, Dame Dash, Nicki Minaj, sampe Tory Lanez, bikin netizen heboh. Buat Jay-Z sendiri, pertanyaannya bukan soal sindirannya ngena atau nggak, tapi apakah drama ini malah ngerusak legacy-nya atau justru bikin dia kelihatan terlalu haus pengen buktiin kalau dia masih bisa menang war.
Buat fans berat Jigga, momen ini adalah jawaban buat para hater yang mulai bosen sama era dia yang sekarang jadi bapak-bapak pebisnis. Muncul pake baju serba hitam dan gaya rambut afro ala dukun tahun 70-an, Jay langsung ngegas balik. Ini kayak sesi terapi dari seseorang yang biasanya dikenal dingin dan maskulin banget. Bar paling pentingnya ditujuin ke Buzbee, pengacara yang pernah nuntut dia. Di panggung, Jay nggak cuma nge-rap, tapi lagi jaga reputasi brand-nya. Dia pengen nunjukin kalau dia tetep sosok 'Black Excellence' yang bersih dari skandal meski main di dunia kapitalisme tingkat tinggi.
Dulu, Jay-Z kalau nyindir orang itu elegan banget, sat-set tapi nggak kelihatan usaha keras. Liat aja pas dia nyentil Mase dulu, dia nggak perlu teriak-teriak, cuma pake humor gelap dan flow yang tenang tapi mematikan. Dia itu 'subliminal assassin' paling pro. Mau lawannya Cam'ron, 50 Cent, atau Prodigy, Hov selalu menang dengan gaya yang santai tapi savage. Jarang banget ada orang yang se-berbahaya sekaligus se-chill itu di waktu yang sama.
Tapi freestyle di Roots Picnic kali ini beda, nggak ada halus-halusnya. Jay kelihatan kesel, intens, dan aktingnya pol-polan. Dia kayak 'Unc' alias paman yang lagi galak pas bahas omongan Ye soal keluarganya. Dia juga ngeledek Dame Dash soal masalah giginya dan nyebut-nyebut Tory Lanez. Gayanya lebih kayak teater, marah, dan pengen banget 'ngubur' musuhnya. Ini mungkin pertama kalinya dia se-agresif ini sejak era Supa Ugly.
Hubungan Jay-Z sama Drake emang rumit, mereka itu 'frenemies' sejak lama. Pas Drake rilis Janice STFU yang nyindir rapper senior, Jay langsung bales pake omongan soal chart dan royalti. Mungkin alasan Jay nyenggol Drake dan kawan-kawan karena dia mau ada konser besar di Yankee Stadium bulan Juli nanti. Buat rapper lain, freestyle mungkin cuma spontanitas, tapi buat Jay, semua itu kalkulasi bisnis biar namanya tetep trending di timeline sebelum konser mulai. Jay-Z itu udah jadi legenda hidup. Pas dia nanti tampil di Yankee Stadium, fans bakal tetep heboh dengerin lagu-lagu klasiknya. Tapi masalahnya, Jay kayak lagi nyeret dirinya sendiri ke perang sama Drake yang sebenernya dia nggak butuh. Harusnya legenda itu cukup jagain warisannya aja, nggak perlu turun kasta cuma gara-gara kepancing akun-akun troll di internet.
Freestyle Jay-Z di Roots Picnic emang berasa banget power-nya buat 'beres-beres' masalah, tapi pertanyaannya: buat apa seorang legenda yang udah menang segalanya masih sibuk ikutan drama rap beef?