counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Jermaine Dupri Membangkang Sony Music atas Tuntutan Royalti Senilai $18 Juta

08 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Jermaine Dupri Membangkang Sony Music atas Tuntutan Royalti Senilai $18 Juta

Jermaine Dupri, produser Grammy yang juga seorang penulis lagu, telah membawa kasusnya kepada perusahaan rekaman raksasa, Sony Music Entertainment. Ia mengklaim bahwa perusahaan tersebut telah melanggar kontrak dan menipu dalam menentukan royalti. Kasus ini menjadi perhatian utama di kalangan komunitas musik, terutama bagi mereka yang pernah bekerja sama dengan Dupri.

Dupri, yang juga pendiri label So So Def, mengklaim bahwa Sony Music telah menyembunyikan royalti sebesar $18 juta yang menjadi hak miliknya. Ia juga mengklaim bahwa perusahaan tersebut telah menggunakan taktik tipu muslihat untuk menyembunyikan royalti ini.

'Mereka mengerti bahwa mereka sedang melakukan kesalahan, tapi mereka tidak pernah berusaha untuk memberikan informasi yang jujur tentang praktek akuntansinya yang berisi,' tulis Dupri dalam pernyataannya. 'Mereka telah melanggar kontrak kami dan menipu kami agar tidak mengetahui tentang hal ini.'

Dupri mengklaim bahwa Sony Music telah menyembunyikan royalti sebesar $18 juta dari lagu-lagu yang pernah ia produksi, termasuk lagu 'We Belong Together' dari Mariah Carey. Ia juga mengklaim bahwa perusahaan tersebut telah menyembunyikan royalti dari album-album Kris Kross dan Xscape.

Kasus ini menjadi perhatian utama di kalangan komunitas musik, terutama bagi mereka yang pernah bekerja sama dengan Dupri. Banyak orang yang mengklaim bahwa kasus ini bukanlah sesuatu yang baru, dan bahwa Sony Music telah melakukan kebijakan serupa sebelumnya.

Prediksi ke depan tidak menunjukkan hasil yang positif bagi Sony Music. Banyak orang yang mengklaim bahwa perusahaan tersebut telah kehilangan kepercayaan dari komunitas musik, dan bahwa kebijakan yang diambilnya tidak akan mendapatkan simpati dari umum. Kasus ini juga dapat menjadi contoh bagi perusahaan rekaman lainnya agar tidak melakukan kebijakan serupa.

Jika kasus ini dijadikan contoh, maka Sony Music harus berbuat banyak untuk memperbaiki citranya di mata umum. Mereka harus meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan harus mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kebijakan yang diambilnya.

Namun, kasus ini juga dapat menjadi kesempatan bagi perusahaan rekaman lainnya untuk meningkatkan citranya. Mereka dapat mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan untuk meningkatkan kepercayaan dari komunitas musik.

Jadi, kasus ini menjadi perhatian utama di kalangan komunitas musik, dan akan menjadi contoh bagi perusahaan rekaman lainnya agar tidak melakukan kebijakan serupa.

Ringkasan

Produser Grammy mengklaim Sony Music 'menggunakan taktik tipu muslihat' untuk menyembunyikan royalti

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru