
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Jimin BTS mencapai 2,5 miliar streams di platform musik Spotify dengan lagu 'Who', menandai pertama kalinya untuk rilis solo-nya, menurut agensi penyanyi pada hari Sabtu. Lagu 'Who' dirilis pada Juli 2024 sebagai lagu utama dari album solo kedua Jimin, 'Muse'. Menggabungkan hip-hop dan R&B, lagu ini menjelajahi perasaan kerinduan dan ketidakpastian dalam mencari seseorang yang belum pernah bertemu.
Lagu 'Who' debut di posisi ke-12 pada Billboard Hot 100 dan bertahan di chart selama 33 minggu. Lagu ini juga menghabiskan dua minggu di puncak chart Billboard Global 200 dan Global Excl. US, serta debut di posisi ke-4 pada UK's Official Singles Chart. Ini menunjukkan popularitas Jimin yang tidak hanya terbatas pada penggemar K-pop, tetapi juga memperluas jangkauannya ke seluruh dunia.
Menurut data yang dirilis, 'Who' adalah lagu K-pop paling banyak diputar di Spotify secara global pada tahun 2024. Lagu ini juga memenangkan penghargaan K-pop Song of the Year pada 2025 iHeartRadio Music Awards. Ini merupakan bukti bahwa Jimin memiliki bakat dan daya tarik yang luar biasa dalam industri musik, tidak hanya sebagai anggota BTS tetapi juga sebagai artis solo.
Perjalanan Jimin menuju kesuksesan ini tidaklah singkat. Sebagai anggota BTS, ia telah mengalami berbagai macam pengalaman dan tantangan sejak debut pada tahun 2013. Dengan album solo 'Muse', Jimin menunjukkan kemampuan dan kematangan sebagai penyanyi, penulis lagu, dan performer. 'Who' menjadi salah satu lagu yang paling mencerminkan kemampuan vokal dan emosi Jimin, membuat pendengar merasakan kedalaman dan keaslian dalam setiap katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, K-pop telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, dengan grup-grup seperti BTS, Blackpink, dan EXO menjadi ikon global. Dengan rilis solo Jimin dan kesuksesaan 'Who', ini menunjukkan bahwa K-pop tidak hanya terbatas pada grup-grup tetapi juga memiliki artis solo yang berkualitas dan berbakat. Ini membuka peluang bagi lebih banyak artis K-pop untuk mengeksplorasi potensi mereka di kancah internasional.
Kesuksesan Jimin dengan 'Who' juga membuktikan bahwa industri musik telah berubah secara signifikan dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Dengan kemampuan streaming dan akses mudah ke konten musik dari seluruh dunia, artis-artis sekarang memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai audiens yang lebih luas dan beragam. Ini membuat industri musik menjadi lebih dinamis dan kompetitif, tetapi juga membuka peluang bagi talenta-talenta baru untuk muncul dan berkembang.
Dalam konteks lebih luas, kesuksesan 'Who' dan album 'Muse' menunjukkan bahwa musik dapat menjadi jembatan antara budaya dan bahasa yang berbeda. Dengan kemampuan untuk mengatasi batasan geografis dan linguistik, musik menjadi salah satu bentuk ekspresi yang paling universal dan efektif dalam menghubungkan orang-orang dari seluruh dunia. Ini membuktikan bahwa musik memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menyatukan dan menginspirasi, tidak hanya dalam konteks hiburan tetapi juga dalam mempromosikan pemahaman dan persatuan global.
Melihat ke depan, kesuksesan Jimin dengan 'Who' dan 'Muse' menunjukkan bahwa ia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang dan menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Dengan bakat, kerja keras, dan dedikasi yang kuat, Jimin siap untuk meninggalkan jejak yang lebih besar dalam industri musik, tidak hanya sebagai artis K-pop tetapi juga sebagai ikon musik global. Ini akan menjadi sangat menarik untuk melihat bagaimana ia akan terus berkembang dan apa yang akan ia capai di masa depan.
Jimin BTS mencapai 2,5 miliar streams di platform musik Spotify dengan lagu 'Who', menandai pertama kalinya untuk rilis solo-nya, menurut agensi penyanyi pada hari Sabtu.