counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

John Sebastian: Kisah di Balik Legenda Rock yang Mungkin Lo Belum Tau!

05 Desember 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
John Sebastian: Kisah di Balik Legenda Rock yang Mungkin Lo Belum Tau!

Buat lo yang ngaku anak musik, pasti familiar dong sama lagu-lagu John Sebastian? Entah itu "Do You Believe in Magic" atau "Summer in the City" bareng bandnya, Lovin' Spoonful, atau "Welcome Back", theme song dari sitkom jadul Welcome Back, Kotter yang dibintangi John Travolta. Bahkan, mungkin lo juga ngeh kalo lagu "Welcome Back" ini sempet viral lagi pasca-pandemi buat iklan Applebee's, Major League Baseball, dan lain-lain. Atau, jangan-jangan lo malah tau "Did You Ever Have to Make Up Your Mind?" dari versi indie-pop-nya MonaLisa Twins?

Tapi, John Sebastian sadar betul, nggak semua orang *ngeh* sama nama John Sebastian. Di umurnya yang udah 81 tahun, doi ngaku kalo dirinya tuh kebalikan dari musisi-musisi yang penuh penghargaan. Doi lebih milih buat santai di rumahnya di Woodstock, New York.

Beda sama musisi-musisi seangkatannya, John Sebastian nggak pernah nulis memoir. Mungkin itu juga yang bikin namanya nggak se-booming yang lain. Tapi, akhirnya doi setuju buat diwawancarai di film dokumenter I'll Paint Rainbows All Over Your Blues. Film ini ngebahas suka duka hidup dan kariernya, termasuk momen-momen *high* (beneran *high*, haha*) dan kejadian nggak enak kayak kasus narkoba Spoonful. Kata Sebastian sih, dia seneng aja ada yang tertarik sama kisahnya.

Film ini ngebuktiin kalo perjalanan karier Sebastian tuh unik banget. Lahir dari ayah pemain harmonika klasik dan ibu aktris radio, Sebastian mulai kariernya di kancah folk New York era 60-an. Di situ, dia ketemu Dylan dan banyak musisi lain, sebelum akhirnya ngebentuk Lovin' Spoonful. Setelah bandnya bubar, Sebastian jadi ikon generasi Woodstock gara-gara penampilannya yang agak *mabok* di festival itu. Walaupun sempet balik ke mainstream lewat lagu Kotter, dia lebih milih buat mainin musik American roots yang emang udah jadi akar musiknya, tur, dan main bareng musisi kayak pianisnya Chuck Berry, Johnny Johnson.

I'll Paint Rainbows All Over Your Blues juga nampilin wawancara bareng musisi-musisi kayak Stephen Stills, Graham Nash, Arlo Guthrie, Michelle Phillips, dan pemain bass Spoonful, Steve Boone. Film ini ngebahas kenapa Sebastian nggak se-terkenal musisi lain. Dari dulu sampe sekarang, Sebastian emang nggak pernah jadi rocker yang *wild* dan gila-gilaan. Bahkan, video Sebastian bareng ayahnya nunjukkin kalo dia nggak punya *angst* yang biasanya dipunya sama rock star lain. Katanya, ngeliat video ayahnya yang sayang banget sama dia, dia sadar kenapa dia nggak bakal pernah jadi Bruce Springsteen.

Penampilan mendadak Sebastian di Woodstock juga ngelekatkan imej *hippie* ke dirinya. Padahal, dia bilang nggak se- *stoned* itu kayak yang orang-orang kira. Dia juga nyeritain pengalaman lucunya pas ditawarin jadi penyanyi anak-anak. Tapi, dia nolak karena nggak mau pura-pura nggak ngerokok.

Film ini juga ngebahas pilihan karier Sebastian yang unik, kayak album The Four of Us yang nyeritain perjalanan lintas negara bareng istri dan temen-temennya. Abis albumnya nggak laku, dia ditawarin buat nulis theme song sitkom tentang anak-anak nakal di sekolah, Kotter. Produser sitkomnya suka banget sama "Welcome Back" sampe judul sitkomnya diganti. Sekarang, Sebastian tinggal di rumah yang dia beli dari duit theme song itu.

Di film dokumenter ini, Sebastian juga nyebut soal "kutukan Spoonful" yang kejadian dalam banyak hal. Dia ngerasa kalo bandnya tuh terlalu maju buat jamannya. Pas mereka mainin musik pop, jug band, blues, country, dan folk, nggak ada yang *ngeh*. Tapi, pas mereka udah bubar, orang-orang baru sadar kalo musik mereka tuh Americana.

Buat yang pernah nonton film One-Trick Pony, mungkin sempet ngeliat reuni Spoonful. Tapi, sayang banget, pas mereka lagi latihan dan mainnya keren banget, nggak ada yang ngerekam karena alesan *ngirit* film.

Terus, ada juga kejadian pas Boone dan gitaris Zal Yanovsky ketangkep gara-gara nyimeng di San Francisco tahun 1966. Karena Yanovsky terancam dideportasi, mereka berdua setuju buat ngenalin polisi yang nyamar ke temen-temennya biar pada ketangkep juga. Alhasil, Boone dan Yanovsky bebas.

Tapi, berita ini nyebar ke media underground dan bikin bandnya dicap sebagai informan. Bahkan, ada iklan yang nyuruh cewek-cewek buat nggak tidur sama mereka. Padahal, Sebastian lagi nggak di San Francisco pas kejadian itu. Tapi, tetep aja dia kena getahnya.

Kata Sebastian, sampe sekarang dia masih ngerasain akibat dari kejadian itu. "Itu tuh hal yang nggak bisa dihapus," katanya.

Gara-gara kejadian itu, Spoonful nggak diundang buat main di festival Monterey Pop tahun 1967. Padahal, Sebastian temenan baik sama John Phillips dan bandnya, Mamas and the Papas. Mereka semua tau kalo Spoonful nggak bisa diundang karena reputasi bandnya udah jelek.

Walaupun gitu, Spoonful tetep jadi pelopor. Sekarang, masih ada band Spoonful yang tur, tapi cuma ada satu anggota asli (Boone). Sebastian sendiri udah nggak punya hak atas nama Spoonful sejak dia keluar. Menurutnya, ini ada untung dan ruginya. Seharusnya, dia bisa dapet duit lebih banyak. Tapi, dia nggak terlalu mikirin soal nostalgia.

Dua tahun lalu, Sebastian ngejual hak ciptanya ke perusahaan AMR Songs. Dia jujur kalo dia ngejual hak ciptanya karena butuh duit buat keluarga. Katanya sih, langkah ini nggak terlalu bagus karena sekarang semua hal yang berhubungan sama seni lagi naik daun. Tapi, tetep aja ini langkah yang lumayan. Tahun lalu, jaket yang dia pake pas di Woodstock laku 64 ribu dollar di lelang.

Setelah nyeritain hidupnya di film, Sebastian berharap orang-orang bisa ngerti kalo dia tuh pernah ada. Ada yang sadar, ada yang nggak. Tapi, ya gitu deh.

Ringkasan

Pencipta lagu hits "Do You Believe in Magic", "Summer in the City", dan theme song Welcome Back, Kotter ini akhirnya buka-bukaan soal hidupnya, kekesalannya, dan momen gilanya di Woodstock!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru