
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Agensi K-pop sih bilang tur Jepang masih aman, tapi diem-diem ambil tindakan pencegahan.
Ketegangan politik antara China dan Jepang makin panas, sampe merembet ke sektor budaya mereka. Ini bikin khawatir bakal ada boikot besar-besaran dan bikin posisi K-pop makin sulit. Agensi hiburan Korea berharap artis mereka nggak kena imbasnya, tapi mereka tetep mantau perkembangan dengan ketat.
Tanda-tanda 'perang dingin' budaya udah mulai keliatan nih. Bulan ini, penyanyi Jepang Maki Otsuki, yang nyanyiin lagu tema anime terkenal "One Piece," tiba-tiba ditarik dari panggung pas konser di Shanghai di acara Bandai Namco Festival 2025 hari Jumat. Girl group Jepang Momoiro Clover Z, yang seharusnya tampil besoknya, juga kena imbasnya karena acaranya tiba-tiba dibatalin sama penyelenggara lokal. Artis lain, kayak pop star Ayumi Hamasaki dan pianis jazz Hiromi Uehara, juga ngalamin hal yang sama di China.
Jepang lebih hati-hati dan berusaha biar ketegangan politik nggak meluas jadi aksi balas dendam budaya. Tapi, udah mulai keliatan sentimen publik yang pengen boikot China.
Gesekan ini muncul pas Aespa ngumumin kalo mereka bakal tampil di acara Red and White Singing Contest-nya NHK, salah satu acara musik akhir tahun paling populer di Jepang. Lebih dari 70.000 orang udah tanda tangan petisi yang minta Aespa dikeluarin dari daftar pengisi acara. Alasannya, penampilan mereka bisa "merusak citra Jepang" dan nyakitin perasaan korban tragedi masa lalu.
Dampak ke Jepang Masih Terbatas
Industri K-pop sadar banget sama ketegangan geopolitik antara dua negara ini dan berharap situasinya cepet stabil. Soalnya, kedua pasar ini penting banget buat bisnis mereka. Tapi, agensi-agensi bilang mereka nggak nyangka ketegangan ini bakal ngaruh ke penampilan K-pop di Jepang.
Banyak grup K-pop yang punya member dari China dan sering tur ke kota-kota di Jepang. Bulan ini, artis-artis besar kayak Seventeen, Babymonster, dan Tomorrow X Together bakal tampil di Tokyo, Nagoya, dan Fukuoka. Walaupun Babymonster dan TXT nggak punya member dari China, Seventeen punya dua member dari China, yaitu Jun dan The8. Boy group Zerobaseone, yang bakal tampil di Music Bank Global Festival 2025 di Tokyo tanggal 13-14 Desember, juga punya dua member dari China, yaitu Zhang Hao dan Ricky.
Agensi mereka (Pledis Entertainment, YG Entertainment, Big Hit Music, dan WakeOne) nggak ada yang percaya kalo acara mereka di Jepang bakal terganggu. Kebanyakan dari mereka nggak mau komentar soal masalah geopolitik ini.
“Kasusnya Aespa agak beda. Hujatan di Jepang nyerang Ningning secara spesifik karena foto Instagram-nya yang kontroversial, yang bikin banyak fans Jepang kecewa,” kata seorang pejabat industri yang nggak mau disebut namanya. “Nggak ada masalah soal member K-pop asal China yang tampil di Jepang. Ceritanya beda kalo situasinya dibalik.”
Tapi, perusahaan K-pop diem-diem nyaranin artis mereka buat nggak ngasih komentar politik pas acara di negara mana pun.
“Pejabat PR dan manajer selalu ngingetin artis sebelum acara buat nggak ngeluarin pernyataan politik resmi,” kata seorang pejabat dari agensi hiburan besar. “Setiap perusahaan ngasih pengarahan ke trainee mereka dari awal dan briefing mereka sebelum konser di luar negeri soal isu-isu sensitif di negara tuan rumah.”
Larangan Hallyu yang Masih Berlanjut Bikin Waspada
Agensi K-pop sensitif sama kemungkinan boikot dari China karena pengalaman mereka sendiri. Walaupun Beijing nggak pernah resmi ngumumin larangan buat hiburan Korea, nggak ada konser K-pop besar yang diadain di China daratan selama sembilan tahun setelah ketegangan soal penempatan sistem pertahanan rudal THAAD AS di Korea Selatan tahun 2016.
Harapan buat cairnya hubungan ini redup lagi pas "Dream Concert 2025" yang udah lama ditunggu-tunggu, yang diharapkan jadi tanda dicabutnya larangan nggak resmi, ditunda tanpa batas waktu setelah gagal dapet izin lokal. Pertunjukan gabungan besar ini (yang seharusnya jadi yang pertama dalam hampir satu dekade di China) rencananya bakal diadain di Sanya, provinsi Hainan. Penyelenggara ngasih tau agensi soal penundaan tanpa batas waktu ini, yang artinya acaranya batal.
Sebulan sebelumnya, fan meeting buat girl group Kep1er, di bawah label musik CJ ENM, WakeOne, dibatalin di China cuma dua minggu sebelum acara, tanpa penjelasan yang jelas.
Tegang banget nih hubungan China dan Jepang, imbasnya sampe ke dunia hiburan! K-Pop jadi serba salah, takut kena boikot. Agensi Korea berharap artis mereka aman, tapi tetep was-was pantau perkembangan. Muncul tanda-tanda 'perang dingin' budaya, contohnya penyanyi Jepang Maki Otsuki yang lagunya jadi OST anime 'One Piece' tiba-tiba dicabut dari konser di China. Duh, ribet ya!