
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Koordinator dan tim manajemen dari agensi pencarian bakat terkenal, yang mempersiapkan dan mendorong debut di industri K-Pop, baru-baru ini mengkonfirmasikan adanya kasus curang yang terjadi melibatkan salah satu peserta pelatihan yang terdiri dari enam orang. Dalam sebuah wawancara eksklusif yang dilakukan beberapa hari yang lalu, mereka mengungkapkan bahwa salah satu peserta pelatihan Jepang telah dihadapkan pada kejaksaan atas tuduhan melakukan tindak pidana pencucian uang pada saat mereka akan melakukan debut debut.
Menurut informasi yang kami dapatkan pada hari Selasa, 4 Agustus, Polisi Daerah Barat Seoul telah menyerahkan peserta pelatihan Jepang, yang dikenal hanya dengan nama 'A,' kepada kejaksaan tanpa adanya penangkapan pada hari Jumat, 29 Juli. A telah terlebih dahulu diselidiki oleh tim penyelidik dari kejaksaan berdasarkan informasi yang diberikan oleh agensi manajemen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kami telah berhasil menemukan bukti-bukti yang kuat untuk menuduh A melakukan tindak pidana pencucian uang.
A yang berasal dari Jepang telah tergabung dalam tim yang terdiri dari enam anggota yang akan melakukan debut sebagai K-Pop pada bulan Desember 2025. Namun, pada saat yang sama A telah mengakui bahwa ia telah mengalami keruntuuhan hubungan kepercayaan dengan agensi manajemen, sehingga mengakibatkan ia memutuskan untuk tidak melanjutkan debutnya.
Kepergian tiba-tiba ini dari A telah mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi agensi manajemen. Kehilangan waktu dan sumber daya yang telah diinvestasikan untuk merekam video musik, menciptakan lagu, dan menyiapkan gerakan tari serta musik telah merugikan agensi sekitar Rp 957.4 juta. Kerugian ini tidak hanya terbatas pada kehilangan waktu dan biaya tetapi juga telah menyebabkan kehilangan kesempatan debut yang telah diinvestasikan.
Penemuan bukti-bukti tambahan yang diselidiki oleh tim penyelidik telah menunjukkan bahwa A telah melakukan hal yang sama pada agensi manajemen sebelumnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa A telah melakukan perjanjian kontrak dengan perusahaan manajemen lain tanpa melaporkan kepada agensi sebelumnya, sehingga mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi agensi manajemen tersebut.
Dalam penelitian dan penyelidikan, polisi telah berhasil memasang sanksi perjalanan atas nama A dan telah memberi peringatan kepada semua orang yang terlibat agar tidak melakukan hal yang sama pada masa depan.
Berdasarkan penelitian dan bukti-bukti yang cukup kuat, kejaksaan telah menunjukkan bahwa A melakukan tindakan yang tidak pantas sebagai seorang peserta pelatihan yang telah diinvestasikan oleh agensi manajemen. Ini membuktikan bahwa kerugian yang dialami oleh agensi manajemen bukanlah hal yang kebetulan saja, tetapi sebaliknya merupakan tindakan yang sadis dan tidak pantas.
Mereka sudah merekam video musik.