
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

KARD, grup K-Pop yang pernah menjadi populer di tahun 2010-an, kembali ke panggung dengan album pertama mereka, 'Back To Life'. Namun, album ini jelas mengecewakan. Dalam empat hari setelah perilisannya, album ini hanya mencapai penjualan 4379 eksemplar, sehingga menjadi topik perbincangan di kalangan para netizen.
Hal ini menimbulkan perasaan ironi, sebagian besar penggemar KARD yang pernah menulis tulisan penderitaan tentang kemungkinan grup ini akan bubar, ternyata tidak membuktikan dengan perilaku mereka. Mereka yang tidak pernah memikirkan untuk membeli albumnya.
'Likes are not real life.' adalah kutipan yang menarik perhatian dari netizen. Saya ingin melihat jika ribuan suka dan like yang grup ini dapatkan dapat mencerminkan dalam penjualan album, tetapi hanya tampil sebagai perhatian atau hanya mengganggu.
Salah satu penggemar bahkan memposting tweet yang mengejek, 'Anda tahu apa yang paling bikin saya kesal? Ribuan orang yang berkata sedih tentang kemungkinan grup bubar, namun tidak mencapai 1000 orang yang berani membeli albumnya. Ini sungguhlah, sungguhlah!
Analisis ini menunjukkan bahwa ada perubahan paradigma di kalangan penggemar K-Pop. Mereka yang dulunya siap membela grup mereka hingga titik darah penghabisan, kini tidak lagi peduli dengan album atau perilisan grup. Ini adalah bukti dari perubahan perilaku dan prioritas yang dialami oleh komunitas K-Pop.
Tidak ada jawaban pasti mengapa KARD memiliki penjualan album yang rendah ini. Namun, ada beberapa spekulasi dan teori yang kemungkinan mendorong hasil ini. Mereka yang berpendapat bahwa grup ini sudah kehilangan momentum dan identitas yang kuat. KARD pernah memiliki lagu yang sukses, seperti 'Hola Hola' dan 'You In Me', tapi album terakhirnya, 'Back To Life', tidak dapat menandingi kesuksesan sebelumnya.
Perilisan album 'Back To Life' juga diakibatkan oleh penurunan popularitas grup ini. Mereka tidak lagi mendapatkan perhatian yang sama dari media dan penggemar. Sementara itu, grup-grup K-Pop lain, seperti BTS dan Blackpink, masih menempati posisi teratas dalam chart musik.
Perubahan perilaku dan prioritas penggemar K-Pop juga dapat diprakirakan akan memiliki efek dalam industri musik K-Pop. Jika penggemar mulai tidak lagi memikirkan untuk membeli album dan suka-suka dengan grup-grup K-Pop, maka industri ini akan mengalami perubahan yang substansial.
Apakah ini akan memberikan kesempatan bagi grup-grup K-Pop lain untuk mengembangkan kemampuan mereka dan meningkatkan popularitas? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Sementara itu, KARD harus terus berusaha untuk meningkatkan penjualan album mereka dan memenangkan kembali penggemar mereka.
KARD adalah grup K-Pop yang pernah menjadi populer, namun sekarang terlupakan. Apa sebabnya album mereka jual sedikit?