
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Cha Ga-won, CEO One Hundred Label, membangun kejayaan label musiknya dalam waktu dua tahun.

Berita mengenai ditahannya Cha Ga-won, CEO One Hundred Label, di pengadilan menyebabkan ketidakpastian di industri musik K-pop.
Cha Ga-won sendiri adalah seorang pengusaha properti yang sukses dan terlibat dalam industri musik sejak lama. Namun, perusahaannya menghadapi kejatuhan besar.
Rumor mengenai hubungan Cha dengan MC Mong yang mengakibatkan keretakan di labelnya telah muncul.
Pada tahun 2023, Exo's Baekhyun mendirikan perusahaan sendiri, One Signature. Ini adalah langkah pertama dalam kejayaan label Cha.
Setelah itu, Cha Ga-won mendirikan perusahaan labelnya sendiri, One Hundred Label, dan mengakuisisi dua perusahaan label lainnya yang didirikan oleh MC Mong. Langkah ini membuat labelnya menjadi salah satu label terbesar di industri musik K-pop.
Meskipun demikian, labelnya menghadapi banyak tantangan, termasuk keretakan di dalam perusahaan dan kritik dari artis-artistinya.
Pada bulan Juni 2025, salah satu artis di bawah label tersebut, Ju Haknyeon dari The Boyz, diketahui bersekongkol dengan seorang perempuan dewasa di Tokyo.
Cha Ga-won kemudian membubarkan kontrak artis tersebut, tetapi keputusan ini tidak berhasil menyelesaikan masalah perusahaan.
Keputusan yang lebih signifikan datang ketika Cha menghilangkan MC Mong dari peranannya di label. Cha kemudian mengumumkan bahwa dia telah menerima laporan tentang keikutsertaannya dalam perdagangan prostitusi sejak tahun 2025.
Hal ini meninggalkan Cha sendirian dalam mengembangkan perusahaan, tetapi dia masih harus menghadapi masalah perusahaan dan kepercayaan konsumen yang menurun.
Pada bulan Desember 2025, Cha juga mengajukan gugatan kepada MC Mong untuk pembayaran utang senilai 12 miliar won. Gugatan ini telah memicu pertanyaan tentang hubungan antara MC Mong dan Cha.
Gugatan ini juga membuat reputasi label dan perusahaan Cha semakin merosot.
Pada bulan Februari 2026, sembilan anggota The Boyz mengumumkan pembubaran kontrak mereka dengan label Cha. Kecuali New, anggota yang baru saja bergabung, semua anggota The Boyz meninggalkan label tersebut.
Selain itu, Lee Mu-jin, artis lain di bawah labelnya, juga mengumumkan pembubaran kontrak.
Berdasarkan informasi ini, tampaknya kejayaan kecil Cha berakhir dengan kejatuhan signifikan labelnya. Seiring waktu, reputasi Cha dan perusahaan labelnya semakin merosot.
Mengapa kejayaan Cha begitu cepat berakhir? Tidak ada jawaban pasti, tetapi beberapa faktor mungkin berkaitan dengan kegagalan perusahaannya.
Salah satu faktor utama mungkin karena MC Mong, seorang peran penting di label, diketahui bersekongkol dengan perempuan dewasa dan perdagangan prostitusi. Ini telah memicu keretakan di perusahaan dan membuat reputasi label semakin merosot.
Hal lain yang mungkin menyebabkan kejayaan Cha berakhir karena perusahaannya terlalu asal meminjam dana. Ini telah membuat label semakin mengemis untuk membayar utang.
Hal ini tidak hanya mengancam kejayaan perusahaan, tetapi juga reputasi artis-artis yang bekerja di bawah label. Keputusan untuk bubar kontrak diambil oleh beberapa artis karena tidak dapat menahan perubahan laba yang berakibat signifikan.
Di tengah kejatuhan label tersebut, pertanyaan masih timbul tentang apa yang terjadi dengan perusahaannya dan bagaimana cara mengatasinya. Apakah kejatuhannya adalah awal dari perubahan besar untuk perusahaan label dalam industri musik K-pop? Kami akan melihat terus perkembangannya.
Cha Ga-won, CEO One Hundred Label, ditahan atas kasus penipuan senilai 30 miliar won. Berikut laporan terkait kejayaan dan kejatuhan label musik ini.