counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Kepentingan di Balik Kebangkitan dan Kebencian di Industri Musik K-Pop

04 Agustus 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Kepentingan di Balik Kebangkitan dan Kebencian di Industri Musik K-Pop

Cha Ga-won, CEO dari perusahaan musik K-Pop terbesar bernama One Hundred Label, ditahan Senin dengan tuduhan tindakan tidak pantas yang melibatkan sekitar 30 miliar won ($21 juta), meninggalkan industri musik K-Pop bingung untuk mengerti bagaimana seorang penguasa keuangan membangun perusahaan hiburan multi-label yang unggul dalam waktu singkat — dan kehilangan posisinya hanya beberapa tahun kemudian. Keterlibatan Cha Ga-won dengan dunia hiburan sudah ada sebelum label itu didirikan — dan kontroversial dari awal.

Seorang real estate mogul ini membuktikan kemampuan dan kebijaksanaannya dalam membangun sebuah perusahaan yang sukses, tetapi ia juga kehilangan semua kepercayaan dan dukungan setelah menghadapi tuduhan yang berujung pada kehancuran label ini. Perusahaannya yang telah membuktikan kemampuannya mengangkat artis baru ke panggung internasional, menghasilkan musik hits dan bahkan membuat kenyataan bagi banyak artis K-Pop untuk terus berkarir.

Pada tahun 2023, setelah perdebatan dengan SM Entertainment, Baekhyun dari Exo mendirikan perusahaan sendiri, One Signature, yang merupakan perusahaan penyiaran yang sukses dan berpengaruh di industri musik K-Pop. Namun, hal ini membuat para penggemar dan kritikus mulai curiga apakah keberhasilan One Hundred Label adalah hanya sementara dan dapat mudah jatuh.

Artis seperti Ju Haknyeon dari The Boyz, yang ditangkap oleh tabloid Jepang atas tuduhan bertemu dengan mantan artis vidio dewasa, menjadi korban dalam skandal yang meregangkan label ini. Penyebab kejatuhan One Hundred Label bukan hanya dari tuduhan, tetapi juga dari penurunan kredibilitas dan kepercayaan para artis dan klien lainnya. Setelah kejadian ini, para artis mulai meninggalkan label.

Para artis seperti Lee Seung-gi, Viviz, Baekho, dan Exo-CBX mengumumkan pemutusan kontrak dengan label, menyebabkan kehancuran besar bagi perusahaan. Namun, para penggemar dan kritikus melihat hal ini sebagai peringatan yang berharga bahwa keberhasilan sementara dari label tidak bisa selalu bertahan. Label ini menunjukkan bagaimana mudahnya kehilangan kepercayaan, kepercayaan, dan dukungan dari para artis, klien, dan masyarakat umum.

Sebelumnya, pada bulan Desember 2025, Cha Ga-won mengajukan tuduhan terhadap MC Mong, dengan biaya 12 miliar won. Hal ini menimbulkan kontroversi dan memperburuk keadaan label. Namun, pada akhirnya, kejatuhan One Hundred Label telah berakhir dan menimbulkan kesan yang berat pada industri musik K-Pop.

Ringkasan

Rumah dari salah satu perusahaan musik K-Pop terbesar jatuh ke dalam kesulitan karena tuduhan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh CEO Cha Ga-won.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru