
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Kim Soo Hyun telah dikeluarkan dari tuntutan penelangganan anak oleh pihak kepolisian. Bukti-bukti yang diajukan terhadapnya ternyata semuanya hasil AI.
Menurut laporan eksklusif dari Dispatch, Kim Soo Hyun telah dikeluarkan dari dakwaan penelangganan anak dengan menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan tuduhan bahwa dia memiliki hubungan intim dengan anak di bawah umur tidak berlaku lagi. Selain itu, tuduhan lain seperti eksploitasi seksual anak juga tidak lagi dijadikan sasaran tindakan.
Polisi menemukan bahwa tidak ada bukti yang mendukung tuduhan penelangganan anak oleh Kim Se Ui dan keluarga Kim Sae Ron.
Pihak kepolisian memutuskan untuk tidak menyampaikan kasus ini ke pengadilan. Mereka kemudian melakukan investigasi untuk mengetahui apakah hubungan di antara Kim Sae Ron dan seseorang yang memiliki keintiman dengan Kim Sae Ron masih ada. Mereka juga melakukan investigasi apakah terjadi penelangganan anak di antara keduanya. Hasilnya adalah bahwa tuduhan yang diajukan oleh Kim Se Ui dan keluarga Kim Sae Ron tidak berasal dari kebenaran.
Ketika digali lebih dalam, sebuah rekaman suara yang berisi percakapan antara Kim Sae Ron dan seseorang di luar negeri telah ditemukan. Pada awalnya, audio tersebut digunakan sebagai bukti kebenaran penelangganan anak, tapi ternyata bukan. Sebaliknya, audio tersebut dihasilkan menggunakan AI.
Dia mengatakan bahwa rekaman suara itu digunakan untuk menyembunyikan fakta bahwa Kim Sae Ron telah berselingkuh dengan Kim Soo Hyun. Dia pun kemudian mengatakan yang tidak benar, bahwa Kim Sae Ron adalah korban, dan Kim Soo Hyunlah korban sebenarnya.
Kim Soo Hyun telah terlibat dalam sebuah skandal karena dituduh memiliki hubungan intim dengan anak di bawah umur. Pada mulanya, pihak keluarga dan Kim Se Ui berusaha untuk menghalangi perkembangan ini. Namun, setelah pihak pemerintah memutuskan untuk membuka investigasi, hal itu menggambarkan bahwa bukti yang mereka hasilkan bukanlah kebenaran.
Hasil investigasi ini justru menunjukkan bahwa Kim Sae Ron adalah orang yang lebih terlibat dalam kasus tersebut. Selain itu, hal ini menunjukkan bagaimana teknologi bisa digunakan untuk membuat kebohongan, seperti yang digunakan oleh Kim Se Ui dan keluarga Kim Sae Ron. Kedua tindakan ini menunjukkan bagaimana seseoangan dengan kebenaran bisa sangat penting.
Bukti-bukti yang diajukan terhadapnya ternyata semuanya hasil AI.