
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Heo Young Ji, salah satu anggota grup vokal Korea Selatan KARA, baru-baru ini mengungkap pengalamannya yang traumatis selama tujuh tahun terkait dengan perhatian berlebihan dari seseorang. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan Young Ji sendiri tetapi juga keluarganya menjadi korban traumatis.
Pada tahun 2016, Young Ji mulai merasa terganggu oleh kepresidenan seseorang yang tidak dikenalinya. Perhatian berlebihan ini berlanjut selama tujuh tahun dengan individu tersebut melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak pantas, seperti mengikuti Young Ji ke tempat-tempat umum dan mengunjungi kafe milik keluarganya. Awalnya, keluarga Young Ji memandang individu itu sebagai penggemar yang peduli, namun individu tersebut kemudian memahami hal ini sebagai tanda afirmasi atas hubungan istimewa antara Young Ji dan mereka.
Kutipan dari Young Ji sendiri menunjukkan betapa parahnya situasinya: 'Mereka mengganggu saudari saya dan bahkan menghubungi orang tua saya.'
Individu tersebut tidak hanya terbatas pada kegiatan yang mencolok tetapi juga mengumpulkan informasi pribadi yang sensitif dari keluarga Young Ji, termasuk nomor plat kendaraan mereka serta nomor telepon anggota keluarga lainnya. Mereka bahkan mengirimkan surat kepada Young Ji yang mengancam akan membunuh semua orang yang 'irihati' atas hubungan istimewa mereka.
Reaksi Young Ji dan keluarganya dapat dibayangkan. Dengan bantuan hukum, mereka mencoba melawan perhatian berlebihan itu, tetapi karena tidak ada kerusakan fisik yang dibuktikan dan Undang-Undang Anti-Stalking belum ada di waktu itu, mereka tidak bisa mencapai pengadilan. Peristiwa ini menyadarkan kita akan pentingnya perlindungan hukum terhadap korban stalking dan kebutuhan untuk melanjutkan perjuangan melawan perilaku seperti ini.
Heo Young Ji, anggota KARA, mengungkap pengalamannya yang traumatis tentang dilanda stalking selama tujuh tahun.