counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

LAPD Bilang Penemuan Mayat Remaja di Tesla D4vd Jadi Kasus Pembunuhan: Laporan

25 November 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
LAPD Bilang Penemuan Mayat Remaja di Tesla D4vd Jadi Kasus Pembunuhan: Laporan

Geger banget, guys! Seorang detektif pembunuhan dari Los Angeles kabarnya baru aja ngungkapin di dokumen pengadilan. Investigasi penemuan mayat Celeste Rivas Hernandez (14 tahun) di bagasi Tesla milik penyanyi D4vd sekarang jadi penyelidikan pembunuhan full.

Detektif Joshua Byers dari Kepolisian Los Angeles nyebut kasus ini sebagai "investigasi pembunuhan". Dia minta perintah pengadilan buat nyegah rilis hasil otopsi Rivas. Permintaan ini udah disegel hari Jumat dan kabarnya diperoleh Los Angeles Times. Byers ngeklaim, ngebocorin detail kematian Rivas ke publik bisa ganggu penyelidikan pembunuhan. Jadi, infonya harus dilindungin, gitu kata The Times.

Hakim akhirnya ngabulin permintaan itu dan merintahin hasil pemeriksaan dari Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles County buat disegel. Hal ini dikonfirmasi sama kantor ME dalam pernyataan yang dirilis hari Senin. Sebelumnya, LAPD bilang mereka masih nunggu putusan resmi soal penyebab kematian Rivas. Sementara itu, masih "belum jelas apakah ada unsur pidana di luar nyembunyiin mayatnya."

Minggu lalu, sumber ngasih tau NBC News dan ABC7 kalau D4vd sekarang dianggap sebagai tersangka dalam kematian Rivas. Musisi bernama asli David Anthony Burke lagi tur nasional pas Tesla Model Y 2023 miliknya ditarik dari lingkungan Bird Streets di Hollywood Hills tanggal 5 September. Tempat penarikan mobil nelpon polisi karena mobil yang ditahan itu "bau busuk dan banyak lalat", menurut surat perintah penggeledahan yang diperoleh Rolling Stone. Sumber di lingkungan tempat Tesla itu diparkir bilang ke Rolling Stone kalau mobil itu udah ditinggalin di Bluebird Avenue selama minimal tiga minggu sebelum ditarik.

Udah dua bulan, investigator diem-diem bae soal penyelidikan ini, yang bikin spekulasi makin liar. Hari Senin, seorang pejabat LAPD ngambil langkah langka dengan ngeluarin pernyataan buat ngebantah laporan yang diposting di TMZ.com pas weekend.

"Mereka ngelaporin kalau mayat Celeste beku pas ditemuin, itu nggak bener," kata Scot M. Williams, Kapten Divisi Perampokan Pembunuhan LAPD, ke KNX News. "Celeste nggak dipenggal," lanjutnya, nyebut laporan itu juga "nggak akurat."

Pas investigator ngebuka bagasi tanggal 8 September, mereka nemuin sisa-sisa tubuh cewek itu yang udah membusuk di kantong sampah item. Rivas, yang seharusnya ulang tahun ke-15 sehari sebelum ditemuin, kemudian diidentifikasi sebagai remaja hilang dari Lake Elsinore, kota sekitar 75 mil di tenggara Los Angeles. Menurut selebaran online, kerabat udah ngelaporin Rivas hilang di bulan Februari 2024 dan dua bulan kemudian di bulan April 2024.

Dalam pernyataan di pengadilan, Byers kabarnya bilang ngebocorin laporan otopsi Rivas ke publik bisa "ngungkapin atau cenderung ngungkapin investigasi yang lagi jalan dan integritas investigasi, juga identitas saksi dan/atau informan yang kerja sama sama penegak hukum dan isi informasi yang mereka kasih, yang bisa ngebahayain nyawa saksi dan/atau ngerusak investigasi." Hakim merintahin pernyataan Byers dan perintah pengadilan itu sendiri "disegel dan disimpen di tempat aman dalam tahanan panitera pengadilan sampe ada perintah lebih lanjut dari pengadilan ini," lapor The Times.

Pas weekend, kasus investigasi kematian Rivas ilang dari website pemeriksa medis. Dalam pernyataannya hari Senin, kantor ME bilang mereka nerima perintah pengadilan jam 10:54 pagi hari Jumat setelah "dimulai oleh Departemen Kepolisian Los Angeles." Dikatakan kalau perintah itu nempatin "penahanan keamanan" pada kasus Rivas, yang berarti "nggak ada catatan atau detail yang terkait sama kasus itu, termasuk penyebab dan cara kematian dan laporan Pemeriksa Medis, bisa dirilis atau diposting di website sampe ada pemberitahuan lebih lanjut." Kepala Pemeriksa Medis agensi itu, Dr. Odey Ukpo, ngejelasin kalau dia nggak seneng sama keputusan hakim.

"Misi departemen adalah punya transparansi penuh sama masyarakat dengan nyediain informasi soal kasus kita buat ngasih kekuatan ke orang-orang buat bikin perubahan yang nyelametin nyawa," kata Dr. Ukpo dalam pernyataan yang disiapin. "Sejak jadi kepala departemen, saya udah kerja buat ngilangin praktik nempatin penahanan keamanan pada kasus Pemeriksa Medis cuma berdasarkan permintaan penegak hukum. Praktik penahanan keamanan hampir nggak pernah kedengeran di wilayah lain dan belum terbukti ningkatin hasil dalam sistem hukum. Kita didedikasikan buat ngelayanin masyarakat kita dengan transparansi penuh; tapi, hukum ngelarang kita buat ngelakuin itu selama perintah pengadilan masih ada dalam kasus ini."

Kantor ME bilang LAPD sebelumnya minta penahanan keamanan tanggal 15 September 2025, "yang ditolak karena nggak ada justifikasi yang cukup buat jamin penahanan itu." Kantor itu bilang "ngerti minat publik dalam kasus ini dan tetep berkomitmen pada transparansi kalau mungkin," dan "informasi bakal disediain begitu perintah pengadilan dicabut."

Ibu Rivas sebelumnya bilang ke TMZ kalau putrinya pernah pacaran sama seseorang bernama "David" sebelum dia ilang. Foto-foto yang dibagikan online sama orang-orang yang ngikutin karir Burke nunjukkin dia sama cewek yang mirip banget sama Celeste. Dalam twist lain, Celeste punya tato di jari telunjuk kanannya yang bunyinya, "Shhh...", kata pemeriksa medis. Foto Getty Images nunjukkin Burke punya tato yang mirip.

Pengacara pidana Burke belum ngerespon banyak permintaan komentar dari Rolling Stone.

Ringkasan

Polisi udah resmi nyatakan investigasi kematian Celeste Rivas sebagai kasus pembunuhan, ini menurut dokumen pengadilan.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru