
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Para Kpopers pasti udah familiar banget sama light stick yang bersinar terang di konser. Tapi, buat yang belum tau, light stick itu lebih dari sekadar aksesori, lho! Ini dia simbol identitas dan loyalitas buat para fans.
Setiap grup K-pop punya light stick unik yang disebut "bong" dalam bahasa Korea. Light stick ini merepresentasikan warna fandom, logo, tema, identitas, atau simbol khusus yang menghubungkan grup dengan fans mereka.
Awalnya, di era idola K-pop generasi pertama kayak H.O.T., Sechskies, dan g.o.d., fans pakai balon sebagai bentuk dukungan. Setiap fandom punya warna khas: putih buat H.O.T., biru langit buat g.o.d, dan kuning buat Sechskies. Venue konser bakal penuh sama balon warna-warni, nunjukkin persatuan dan jadi cikal bakal budaya light stick sekarang.

Light stick K-pop pertama yang didesain unik adalah milik Se7en, yang debut di bawah YG Entertainment tahun 2003. Bentuknya angka tujuh sesuai namanya, dan disebut "Chilbong" (tongkat tujuh).
Kebangkitan light stick modern dimulai dari Big Bang tahun 2007. G-Dragon bikin "Bang Bong", light stick pertama grup itu. Desainnya tongkat dengan mahkota kuning di atasnya, merepresentasikan fandom Big Bang, VIP. Ini jadi standar buat light stick K-pop yang ikonik.
Sekarang, perusahaan hiburan dan artis K-pop udah bikin light stick jadi simbol unik yang merepresentasikan identitas setiap grup. "Bong" udah jadi bagian penting dari budaya K-pop, mengubah pengalaman konser dan mempererat hubungan fans sama idolanya.

Sama kayak fandom, setiap light stick juga punya nama. BTS punya "Army Bomb", Twice punya "Candy Bong", dan Blackpink punya "Bl-ping-bong" (gabungan dari "bong" dan singkatan Blackpink).
Desain light stick makin unik dari tahun ke tahun. Misalnya, "Moo Bong" punya Mamamoo bentuknya lobak, karena nama fandom mereka, MooMoos, artinya lobak dalam bahasa Korea.
Epik High terkenal dengan "Park Gyu Bong", light stick yang bisa berubah warna dan bentuknya kayak tangan dengan jari tengah diangkat. Ini ngingetin sama lirik lagu mereka yang dalem dan bahas tema sosial-filosofis.

Karena udah jadi identitas, light stick dipake fans K-pop buat nunjukkin dukungan ke idolanya. Kadang, ini bisa nyebabin konflik antar fandom soal desain light stick yang mirip.
Contohnya, Oktober lalu, fans The Boyz dan QWER sempat berantem. Fans The Boyz ngerasa desain light stick QWER yang kayak megaphone putih terlalu mirip sama punya mereka yang rilis tahun 2021.
"Di dunia K-pop, fans seringkali punya mindset buat gak dukung grup lain. Ini budaya loyalitas yang jarang ditemuin di negara lain," kata Kim Do-heon, kritikus budaya pop, ke The Korea Herald.
"Selama sejarah K-pop, fandom udah punya identitas dan status yang kuat, bikin light stick jadi simbolik. Fans beli merchandise resmi dari perusahaan hiburan buat nunjukkin dedikasi dan diakui sebagai bagian dari fandom. Jadi, punya light stick idola K-pop itu bentuk nyata dari loyalitas fans. Ini cara buat ngebangun koneksi dan cinta antara fans dan idola," jelas Kim.
Buat Kpopers sejati, pasti punya light stick yang glow up di kamar. Tapi, tau gak sih? Light stick itu bukan cuma aksesori konser, tapi simbol identitas, persatuan, dan kebanggaan buat fandom K-pop!