
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Lintas Resonan Comeback! Ada Portura (Iga Massardi, Coki, Fathia Izzati, Bilal Indrajaya, Enrico Octaviano) di 4 Kota!
Jakarta, soundcorners.com – Buat generasi yang demen banget eksperimen dan anti-mainstream, kolektif People of the Right Project ngadain acara musik keren abis namanya Lintas Resonan! Ini bukan cuma ajang musik biasa, tapi juga tempat kolaborasi antara musisi dan fans, ngejunjung tinggi budaya lokal, dan nyiptain hal-hal baru di dunia musik Indonesia!
Lintas Resonan lebih dari sekadar pertunjukan musik, ini adalah pernyataan sikap: sebuah gerakan musik dan budaya yang menyalakan keberanian untuk menembus batas. Batas suara, batas lokalitas, dan batas inspirasi. Ini adalah kelanjutan dari yang udah dimulai tahun 2024 lalu, waktu Lintas Resonan sukses bikin kolaborasi epik kayak Perunggu X Danilla, Efek Rumah Kaca X Barasuara, dan Sore X Barasuara.
Kolaborasi dari musisi-musisi keren ini nunjukkin kalo semangat kolaborasi itu penting banget buat musik Indonesia. Sekarang, dengan tema “Meretas Batas,” proyek ini balik lagi buat ngerayain semangat kolaborasi lintas generasi, kota, dan genre yang lagi happening banget di musik Indonesia sekarang!
Lintas Resonan kali ini bakal nampilin sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu Portura! Ini adalah grup musik baru yang dibentuk khusus buat acara ini. Anggotanya ada Iga Massardi (Barasuara), John Paul Patton alias Coki (KPR, ALI), Fathia Izzati (Reality Club), Bilal Indrajaya, Enrico Octaviano (Lomba Sihir), dan satu mystery guest! Mereka bakal bawain lagu-lagu orisinal dengan aransemen baru yang lahir dari kolaborasi dan semangat buat nembus batasan musik.
“Buat gue, Lintas Resonan bukan cuma proyek musik. Ini kayak lab energi, tempat kita semua bisa main jujur, tanpa pretensi, tanpa tembok antar band. Di panggung ini, musik bisa jadi liar, tapi juga jujur,” kata Iga Massardi.
Selain itu, ada Arswandaru sebagai visual artist yang bakal bikin pertunjukan makin keren dengan visual yang dinamis dan beda di setiap kota!
Lintas Resonan hadir di empat kota dengan musisi lokal dan diskusi inspiratif! Ajang ini bukan cuma buat musisi gede aja, tapi juga buat musisi lokal yang pengen nunjukkin bakatnya. Lintas Resonan pengen jadi wadah buat diskusi dan berbagi pengalaman antara musisi dari berbagai daerah.
Di setiap kota, Lintas Resonan bakal ngasih kesempatan buat musisi lokal dan kolektif musik independen buat nunjukkin karya mereka dan berkolaborasi dengan musisi lain.
Lintas Resonan juga ngadain live podcast yang ngebahas isu-isu seputar dunia musik, mulai dari manajemen band sampe cara ngadepin tantangan di industri musik. Selain itu, ada juga penampilan dari band-band lokal yang bakal ngebuka acara!
Perjalanan Lintas Resonan dimulai di Semarang (11 Desember 2025) dengan Pyong Pyong, lanjut ke Bandung (8 Januari 2026) bareng Alkateri, terus ke Tangerang (15 Januari 2026) sama Tabraklari, dan terakhir di Jakarta (22 Januari 2026) bareng The Cottons. Musisi lokal ini bukan cuma pembuka acara, tapi juga representasi dari semangat musik lokal yang kuat!
“Kadang orang pikir musik itu lahir di kota besar aja,” kata Fathia Izzati dari Reality Club. “Padahal justru dari kota-kota yang jauh dari pusat, kita bisa nemuin keberanian yang paling mentah, paling tulus. Lintas Resonan buat gue adalah ruang buat nyalain api itu, dari Semarang, Bandung, Tangerang, sampe Jakarta.”
Buat Iga Massardi, Lintas Resonan adalah kebebasan artistik yang sesungguhnya. “Kita semua punya gaya dan sejarah masing-masing. Tapi di sini, kita coba hancurkan batas itu, bikin sesuatu yang baru, yang nggak harus dikotak-kotakan. Kalau ada satu kata yang paling pas buat Lintas Resonan, menurut gue itu adalah kebebasan.”
“Musik selalu punya cara untuk menyatukan orang, melintasi batas yang kadang tak terlihat,” kata Iksal Harizal dari People of the Right Project. “Melalui Lintas Resonan, kami ingin menjadi bagian dari gerakan yang membuka ruang bagi musisi, komunitas, dan penonton untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan menyalakan kembali semangat eksplorasi. Ini bukan sekadar acara musik, ini adalah bentuk penghormatan pada perjalanan panjang kreativitas Indonesia.”
Lintas Resonan bukan cuma konser, ini adalah gerakan musik & budaya buat nembus batas! Batas suara, lokalitas, dan inspirasi. Gas!